BANTENRAYA.COM – Puluhan warga Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran diberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi AI atau yang dikenal kecerdasam buatan.
Kegiatan tersebut dilakukan supaya masyarakat mampu menyaring konten media sosial antara yang benar dan hoax.
Kepala Desa Sindangheula Suheli mengatakan, pemberian pemahaman tersebut sangat penting untuk menjaga warganya supaya tidak termakan isu negatif.
Baca Juga: Siapkan Rp14 Miliar, Seragam Gratis Sekolah SD SMP Kota Serang Dimulai Tahun 2026
“Kita bekerja sama dengan mahasiswa KKM dari UIN SMH Banten, saya hadirkan 40 warga supaya bisa menyaring konten-konten yang tidak benar,” ujarnya, Minggu 3 Agustus 2025
Ia menjelaskan, banyak warga yang belum paham tentang teknologi AI terutama bagi anak-anak yang sering melihat konten-konten yang dibuat dari AI.
“Kita tahu bersama sekarang, mulai dari anak-anak sampai hingga orang dewasa sudah mempunyai gadget. Ditambah konten sekarang banyak yang menggunakan AI, jadi warga kita harus paham apa itu AI,” katanya.
Baca Juga: Bayar Tiket Transjakarta Sekarang Bisa Pakai GoPay, Semakin Praktis dan Digital
Suheli menuturkan, warganya juga di dorong untuk bisa membuat konten-konten yang positif supaya tidak bisa menimbulkan reaksi negatif di tengah masyarakat.
“Menjadi konten kreator juga kan bisa menambah penghasilan, sekarang masyarakat sudah semakin cepat membuat konten dengan hadirnya AI. Tapi kita tidak ingin ada mayarakat desa yang membuat konten negatif atau hoax,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, para orang tua wajib memberikan pemahaman dan wawasan terhadap putra-putrinya untuk bisa menyaring informasi yang terbuat dari AI.
“Kita undang ibu-ibunya supaya bisa membantu mengawasi anak-anaknya dalam mengkonsumsi produk buatan AI. Sekarang banyak video yang hasil buatan AI yang kadang isinya profokatif,” paparnya.***


















