Minggu, 8 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 8 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Angkanya Terus Meningkat, Pemprov Banten Dinilai Gagal Atasi Kemiskinan di Perkotaan

Muhamad Tohir Oleh: Muhamad Tohir
8 Maret 2026 | 20:57
Ilustrasi masyarakat miskin di perkotaan. Foto dibuat menggunakan AI. (freepik.com)

Ilustrasi masyarakat miskin di perkotaan Banten. Foto dibuat menggunakan AI. (freepik.com)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan Provinsi Banten menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir yang mengkhawatirkan.

Data resmi ‘Provinsi Banten dalam Angka 2026’ yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Banten mencatat, pada Maret 2023 jumlah penduduk miskin di perkotaan mencapai 615,06 ribu jiwa.

Angka ini naik dibanding Maret 2022 yang berada di 516,84 ribu jiwa.

ADVERTISEMENT

Kenaikan berlanjut hingga September 2024, dengan jumlah penduduk miskin perkotaan tercatat 615,02 ribu jiwa.

Sementara itu, di wilayah perdesaan justru terjadi penurunan signifikan.

Pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin perdesaan mencapai 284,04 ribu jiwa, namun pada September 2024 turun menjadi 145,84 ribu jiwa.

Fenomena ini menunjukkan bahwa beban kemiskinan semakin terkonsentrasi di perkotaan.

BACA JUGA: Bantu Putus Rantai Kemiskinan, Baznas Cilegon Berikan Puluhan ZMart dan Z-Auto

Meski garis kemiskinan di perkotaan naik dari Rp396.606 per kapita per bulan pada Maret 2017 menjadi Rp728.161 pada September 2024, jumlah penduduk miskin tidak berkurang, bahkan cenderung meningkat.

Sosiolog FISIP Untirta Suwaib Amiruddin mengatakan, tingginya biaya hidup di perkotaan menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan angka kemiskinan.

Sementara di perdesaan, meski garis kemiskinan juga naik, jumlah penduduk miskin relatif menurun, diduga masyarakat pedesaan bisa mandiri secara dalam memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.

Suwaib menyebut, penduduk pekotaan lebih padat dibandingkan dengan pedesaan. Karena itu, dari jumlah biasanya penduduk di perkotaan akan jauh lebih banyak ketimbang yang ada di pedesaan. Meskipun, yang datang ke kota juga lebih banyak dari pedesaan.

“Kota merupakan magnet untuk mencari pekerjaan, sehinga masyarakat desa berbondong-bondong ke kota,” katanya, Minggu (8/3/2026).

BACA JUGA: Siap Tambah Puskesmas 24 Jam, Walikota Cilegon Robinsar Janji Tak Ada Lagi Warga Miskin Ditolak Rawat Inap

Padahal sesampainya di kota, mereka yang berasal dari desa ini kemudian tidak mampu bersaing dengan warga di perkotaan. Penyebabnya, karena faktor keahlian dan kemampuan untuk masuk di dunia keja formal.

“Karena tidak mampu masuk dunia keja formal, sehingga banyak mengambil pekerjaan yang penting Bisaa bertahan hidup di kota, dan bedomisili di lokasi yang bisa meeka menetap tanpa melihat lingkungan sekitarnya,” katanya.

Fenomena masih banyaknya warga miskin di perkotaan menunjukkan kegagalan Pemerintah Provinsi Banten mengatasi masalah kemiskinan di perkotaan.

Meski demikian, Suwaib mengakui sebenarnya pemerintah daerah sudah hadir untuk mengatasi masalah kemiksinan tersebut, baik yang ada di pedesaan maupun perkotaan.

“Namun penting untuk lebih memperhatikan pada penguatan keterampilan individu dan membuka kawasan pekejaan non fomal seperti keahlian yang bisa disalukan ke UMKM, namun pemerintah perlu memetakan UMKM bemira dengan industri sebagai penyaluran hasil UMKM,” katanya.

BACA JUGA: Baznas Banten Siap Bedah Ratusan Rumah Warga Miskin di 2026

Suwaib juga menekankan, mitra swasta dan industri perlu dilibatkan dalam pengentasan kemiskinan, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Selama ini, kata Suwaib, yang belum dikuatkan adalah regulasinya. Selama ini fokus pemda juga hanya pada dana CSR perusahaan bukan bagaimana agar masyarakat bisa berdaya dengan cara bermitra dengan perusahaan/ swasta.

“Mitra keja sebaiknya disesuaikan dengan segmentasi industri, sehingga produk UMKM binaan industri bisa tersalukan ke pasar intenasional,” katanya.

Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (PP HAMAS) Irhamullah menyayangkan masih banyaknya penduduk miskin di perkotaan yang ada di Provinsi Banten.

Padahal, daerah perkotaan digambarkan sebagai tempat dengan aneka fasilitas yang memadai dan lengkap.

BACA JUGA: 30.115 Warga Lebak Miskin Ekstrem, Kecamatan Tempat Tinggalmu yang Tertinggi Bukan?

Irhamullah mengatakan, semakin naiknya angka kemsikinan di perkotaan menunjukkan kegagalan Pemerintah Provinsi Banten mengatasi kemiskinan tersebut.

BACAJUGA:

Banjir di SDN Blacu Cilegon pada Minggu, 8 Maret 2026. (Gillang/Bantenraya.com)

52 Titik Banjir Kepung Provinsi Banten, Terparah Bukan Cilegon

8 Maret 2026 | 20:39
Evakuasi korban banjir di Kota Cilegon pada Minggu, 8 Maret 2026 dinihari. (Dokumentasi BPBD Cilegon)

Kecamatan Purwakarta Cilegon Terparah Diterjang Banjir, 834 Rumah Terendam

8 Maret 2026 | 19:59
Pj Ketua Kadin Kota Cilegon Ikhwan Mahmud berdiskusi dan mengajak mahasiswa mandiri secara ekonomi, Minggu, 8 Maret 2026. (Uri/Bantenraya.com)

Kadin Cilegon Ajak Mahasiswa Mandiri Secara Ekonomi

8 Maret 2026 | 19:51
Tim medis Dinkes Cilegon saat memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak banjir, Minggu (8/3). Dok: Dinkes Cilegon

Dinkes Kota Cilegon Instruksikan Puskesmas Jemput Bola Periksa Kesehatan Korban Banjir

8 Maret 2026 | 19:44

Menurutnya, hal ini juga memiliki korelasi dengan tingginya angka pengangguran di Banten yang menunjukkan Pemerintah Provinsi Banten gagal dalam menyediakan lapangan pekerjaan.

Tren tingginya angka kemiskinan di perkotaan ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk lebih fokus pada kebijakan penanggulangan kemiskinan di perkotaan, terutama terkait lapangan kerja, perumahan layak, dan pengendalian harga kebutuhan pokok.***

Editor: Gillang Mubarok
Previous Post

52 Titik Banjir Kepung Provinsi Banten, Terparah Bukan Cilegon

Related Posts

Banjir di SDN Blacu Cilegon pada Minggu, 8 Maret 2026. (Gillang/Bantenraya.com)
Daerah

52 Titik Banjir Kepung Provinsi Banten, Terparah Bukan Cilegon

8 Maret 2026 | 20:39
Evakuasi korban banjir di Kota Cilegon pada Minggu, 8 Maret 2026 dinihari. (Dokumentasi BPBD Cilegon)
Daerah

Kecamatan Purwakarta Cilegon Terparah Diterjang Banjir, 834 Rumah Terendam

8 Maret 2026 | 19:59
Pj Ketua Kadin Kota Cilegon Ikhwan Mahmud berdiskusi dan mengajak mahasiswa mandiri secara ekonomi, Minggu, 8 Maret 2026. (Uri/Bantenraya.com)
Daerah

Kadin Cilegon Ajak Mahasiswa Mandiri Secara Ekonomi

8 Maret 2026 | 19:51
Tim medis Dinkes Cilegon saat memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak banjir, Minggu (8/3). Dok: Dinkes Cilegon
Daerah

Dinkes Kota Cilegon Instruksikan Puskesmas Jemput Bola Periksa Kesehatan Korban Banjir

8 Maret 2026 | 19:44
Evakuasi warga terdampak banjir di Kota Cilegon. (Dokumentasi BPBD Cilegon)
Daerah

Banjir Kembali Terjadi di Kota Cilegon, HMI Sebut Pemerintah Lupa Menjaga Kelestarian Lingkungan dan RTH

8 Maret 2026 | 19:30
Walikota Serang Budi Rustandi saat membredel spanduk liar di simpang empat lampu merah Warung Pojok, Kota Serang, Jumat 6 Maret 2026. (Instagram @budirustandi.official)
Daerah

Walikota Budi Rustandi Turun Tangan Bredel Spanduk Liar di Kota Serang

8 Maret 2026 | 19:05
Load More

Popular

  • Walikota Serang Budi Rustandi meninjau kantor Dishub Kota Serang, Selasa 3 Maret 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

    Walikota Serang Budi Rustandi Kasih Jatah Rp4 Miliar di Perubahan untuk Direhab Kantor Dishub

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APBD Pemkot Cilegon Dibuka Transparan, Warga Bisa Akses Cukup Via Medsos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Link Twibbon Hari Perempuan Internasional 2026, Terbaru dan Paling Kekinian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir di Cilegon Meluas, RSUD Hingga Jalur Protokol Tergenang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli Terhadap Masyarakat, Alumni Ponpes Daarul Muttaqien Angkatan 26 Berbagi Makanan Sahur di Kota Tangerang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Tindak Pidana Korupsi Reses DPRD Kota Cilegon Masuk Radar Kejari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Paruh Waktu di Lebak Dipastikan Dapat THR, Pegawai : Bertahun-tahun Jadi Honorer Belum Pernah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSBS Biak Vs Semen Padang, Duel Tim Degradasi, Siapa Bakal Keluar dari Zona Merah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 8 Kode Voucher Shopee Maret 2026, Belanja Banyak untuk Lebaran dengan Harga Miring

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Ilustrasi masyarakat miskin di perkotaan. Foto dibuat menggunakan AI. (freepik.com)

Angkanya Terus Meningkat, Pemprov Banten Dinilai Gagal Atasi Kemiskinan di Perkotaan

8 Maret 2026 | 20:53
Banjir di SDN Blacu Cilegon pada Minggu, 8 Maret 2026. (Gillang/Bantenraya.com)

52 Titik Banjir Kepung Provinsi Banten, Terparah Bukan Cilegon

8 Maret 2026 | 20:39
Tampilan Nubia Neo 5GT yang punya spesifikasi gila sebagai Hp gaming. (Insatgarm/@theprinceoffparis)

Spek Gila Nubia Neo 5GT, Jadi Hp Gaming Paling Keren

8 Maret 2026 | 20:14
Tampilan Realme C83 5G yang sudah meluncur di India dengan harga terjangkau. (Instagram/@whatmobile_official)

Realme C83 5G Siap Perketat Persaingan di Kelas Entry Level, Ini Spesifikasinya

8 Maret 2026 | 20:07

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda