BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Robinsar memastikan warga miskin atau tidak mampu tidak akan lagi ditolak melakukan perawatan karena sakit.
Nantinya, warga bisa melakukan rawat inap cukup di Puskesmas yang ada di Kota Cilegon.
Robinsar menargetkan, akan menambah 4 Puskesmas dengan pelayanan rawat inap dan membuka pelayanan 24 jam selama periode kepemimpinan.
BACA JUGA: Perbaikan Jalan Berlubang Dipastikan Mulus H-10 Mudik Lebaran 2026, Kemenpu Siap Geber Pekerjaan
Robinsar menjelaskan, fokus peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakat menjadi penting. Atas dasar itu akan ada 4 Puskesmas yang ditingkatkan pelayanannya menjadi 24 jam.
Dimana, nantinya secara fasilitas dan gedung akan dibangunkan agar lebih layak dan maksimal melayani kesehatan masyarakat, terutama yang tidak mampu.
“Masyarakat Cilegon ini secara perekonomian tidak semua menengah keatas, banyak juga yang menengah ke bawah. Kami ingin pastikan masyarakat Cilegon ke depan itu bisa berobat. Banyak image masyarakat Cilegon tidak boleh sakit kalau sudah sore ke malam,” katanya, Jumat 27 Februari 2026.
“Bagi yang tidak mampu itu pasti ke Puskesmas. Ke depan Puskesmas yang belum layak untuk operasional 24 jam kita akan revitalisasi dan membangunkan gedung baru agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan, dan akan membuat Puskesmas 24 jam,” ucapnya.
Tahun 2026, jelas Robinsar, pihaknya sudah menyiapkan Rp15 miliar dalam APBD untuk membangun Puskesmas Grogol. Dimana, pada 2026 akan selesai dan menambah pelayanan puskesmas 24 jam di Kota Cilegon.
Puskesmas Grogol sendiri, sekarang tidak representatif karena ada di pojokan, akses sulit dan parkir sempit. Untuk itu sudah ada lahan tingga dibangunkan Kembali Gedung Puskesmas yang baru.
“Sudah ada lahannya tinggal dibangun, di puskesmas itu kurang lebih Rp15 miliar dan rencana sudah penyusunan berkas dan tahun ini akan diselesaikan dan tahun ini harus selesai dan harus operasi IGD 24 jam,” jelasnya.
Robinsar menyampaikan, nantinya para warga bisa menginap jika kondisinya sakit tidak parah dan masih sangat ringan.
“Bisa dirawat disini jika ringan, kan sekarang di RS itu tidak boleh dirawat kalau bukan penyakit berat,” ujarnya.
Disisi lain, tegas Robinsar, pihaknya juga sudah memiliki 7 Puskesmas dengan pelayanan persalinan 24 jam. Dimana, jika warga ingin bersalin bisa datang dan akan dilayani selama 24 jam.
“Kita meresmikan program pelayanan bersalin 24 jam, jadi secara sarana prasarana belum lengkap kita lengkapi, sudah direhab dan bisa pelayanan bersalinan. Hari ini saya resmikan Puskesmas Jombang dan Puskesmas Pembantu Kecamatan Purwakarta,” ucapnya. ***

















