BANTENRAYA.COM – PT Parkland World Indonesia (PWI) 1 berencana mengembangkan bisnis terbaru untuk memanfaatkan lahan kosong di wilayah kawasan Industri Modern Cikande di Kabupaten Serang.
Hal itu diungkapkan saat perwakilan PT PWI mengunjungi Pemerintah Kabupaten Serang untuk konsultasi masalah administrasi dan kebijakan.
Sebagaimana diketahui PT PWI 1 itu sempat berproduksi sepatu di Kabupaten Serang dan akhirnya produksinya pindah ke Jawa lantaran tidak kuat dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang dinilai tinggi.
Dewan Penasehat PT PWI 1 Kim Soong mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan lahan di Kabupaten Serang yang sudah lama dikosongkan dan tidak terpakai untuk mengembangkan bisnisanya.
“Jadi kami hari ini mengumpulkan kebijakan, bagaimana untuk mengembangkan tanah yang sudah lama tidak dikembangkan. Kita mencari momentum juga untuk menciptakan tempat kerja itu,” ujarnya, Senin 2 Februari 2026.
BACA JUGA : Terdampak Perang Rusia dan Ukraina, Perusahaan di Kabupaten Serang Tutup
Ia menjelaskan, pengembangan usaha itu akan berdamopak positif terhadap Pemkab Serang karena menjadi sumber pajak dan menyerap tenaga kerja.
“Saya yakin akan memberi sumber pajak daerah. Mudah-mudahan proyek ini memberi sumbangan perkembangan ekonomi secara komprehensif,” katanya.
Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan rencana bisnis yang akan dikembangkan karena masih melakukan konsultasi kebijakan dan peraturan.
“Kami belum bbicara karena masih ada masalah peraturanyang harus kita indahkan. Mudah-mudahan akan terciptanya tempat kerja lebih banyak daripada sekarang,” jelasnya.
Sekda Pemkab Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, PT PWI II itu baru berkonsultasi masalah kebijakan dan belum membicarakan masalah jenis usahanya.
“Ada Parkland yang aktivitasnya sudah semakin menurun dan ternyata dari PT PWI sendiri ingin mengembangkan lokasi itu. Apakah sebagai pusat industri, pusat residensial, rumah sakit ataupun mall, peluangnya masih terbuka,” ujarnya.
BACA JUGA : Banyak Adminduk Rusak, Disdukcapil Kabupaten Serang Jemput Bola Ke Wilayah Bencana
Pihaknya juga mendukung rencana pengambangan usaha dari mantan industri sepatu itu untuk membuka peluang penyerapan tenaga kerja dan memanfaatkan lahan seluas 15 hektare.
“Selama itu bisa membuka bisnis baru dan membuka peluang tenaga kerja baru, penambahan pajak usaha baru, tentunya kita akan support full. Dulu pernah ada pabrik sepatu di situ tapi kemudian karena permasalahan UMK, akhirnya sebagian pindah ke Jawa,” katanya. (***)















