BANTENRAYA.COM – Tahun 2026 menjadi penanda penting dalam perjalanan pembangunan Kota Serang.
Bagi Wali Kota Serang Budi Rustandi tahun ini bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum strategis untuk memperkuat fondasi dan mempercepat laju pembangunan menuju kota yang lebih tertata, sejahtera, dan berdaya saing.
Dalam berbagai kesempatan, Budi Rustandi kerap menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, dan penguatan ekonomi lokal.
“Tahun 2026 merupakan momentum penguatan fondasi dan akselerasi pembangunan agar arah pembangunan Kota Serang semakin terarah dan berkelanjutan,” ujar Budi, ditemui di kantornya, Setda lantai 2 Puspemkot Serang, Jumat 30 Januari 2026.
BACA JUGA: 5 Masjid Bersejarah di Indonesia yang Cocok Dikunjungi Saat Bulan Ramadan
Resolusi utama yang diusung Budi Rustandi pada 2026 adalah percepatan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu ditempuh melalui optimalisasi pelayanan publik, penataan kota yang representatif dan bebas banjir, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing UMKM.
Beliau menempatkan tiga pilar utama sebagai prioritas pembangunan, yakni pengembangan SDM unggul di bidang pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi inklusif, dan pemerataan infrastruktur wilayah yang berkelanjutan. Ketiga pilar ini diyakini menjadi kunci bagi kemajuan Kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten.
Dalam kepemimpinannya, Budi Rustandi mengusung visi menjadikan Kota Serang sebagai kota madani yang maju kotanya, bahagia dan sejahtera warganya. Visi tersebut diwujudkan melalui penataan ruang yang jelas, penguatan konektivitas, serta pembangunan ekonomi dan sosial yang kompetitif.
Menurutnya, Kota Serang harus mampu menjadi etalase kemajuan Provinsi Banten, baik dari sisi pelayanan publik, tata kota, maupun dinamika ekonominya. “Kota Serang harus tertata, nyaman, dan menjadi pusat pertumbuhan yang membanggakan,” katanya.
Sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif selama masa kepemimpinannya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 76,90 pada 2024 menjadi 77,50 pada 2025. Angka kemiskinan menurun dari 5,65 persen menjadi 5,51 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka (2024 = 7,12 % dan 2025 = 6,95 %) juga mengalami penurunan.
Capaian tersebut, menurut Budi, menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Pada 2026, beliau berkomitmen mengakselerasi pembangunan SDM dan infrastruktur sebagai pengungkit utama kemajuan kota.
Masalah banjir, kemacetan, dan tata ruang menjadi tantangan klasik di Kota Serang. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkot Serang melakukan penataan kota berbasis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), revitalisasi kawasan perdagangan, serta penataan permukiman.
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan BBWS C3 dilakukan melalui normalisasi Pembuang Cibanten, Sungai Pecinan, Kali Padek, dan Kali Kroya. Langkah ini ditargetkan mampu menekan titik dan durasi genangan air di wilayah perkotaan.
Budi Rustandi juga menaruh perhatian besar pada penguatan ekonomi lokal. UMKM didorong untuk naik kelas melalui kemudahan perizinan, akses permodalan, pelatihan digital marketing, serta penguatan peran Dekranasda.
Di sisi lain, investasi tetap dibuka dengan prinsip berkelanjutan. Penegakan tata ruang, seleksi ketat perizinan, dan kewajiban AMDAL menjadi instrumen untuk memastikan pembangunan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan dan masyarakat.
“Kami mendorong investasi yang padat karya, ramah lingkungan, dan melibatkan tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Transformasi pelayanan publik menjadi agenda penting dalam kepemimpinannya. Digitalisasi layanan melalui SPBE, integrasi aplikasi lintas OPD, serta penyederhanaan birokrasi terus diperkuat.
Reformasi birokrasi juga diarahkan melalui manajemen talenta ASN berbasis kinerja dan kompetensi. Dengan sistem reward and punishment yang objektif, aparatur sipil negara didorong bekerja profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dalam visi pembangunan Kota Serang, generasi muda ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan. Pemerintah menyediakan ruang melalui peningkatan akses pendidikan, pelatihan vokasi, pengembangan kreativitas, serta dukungan kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
Budi meyakini bahwa masa depan Kota Serang sangat ditentukan oleh kualitas dan karakter generasi mudanya.
Keterbatasan kapasitas keuangan daerah menjadi tantangan berat dalam menjalankan pembangunan. Untuk mengatasinya, Pemkot Serang melakukan penajaman prioritas, efisiensi anggaran, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pusat, dan sektor swasta.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Bagi Budi Rustandi, keberhasilan 2026 tidak hanya diukur dari angka-angka statistik, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan warga, membaiknya pelayanan publik, tertatanya kota, dan tumbuhnya kepercayaan masyarakat.
Jika kelak menuntaskan masa jabatannya, beliau ingin dikenang sebagai pemimpin yang meninggalkan Kota Serang yang madani, tertata, dan nyaman bagi semua. (Advertorial)















