BANTENRAYA.COM — Dalam rangka menyambut musim mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perbaikan jalan-jalan milik provinsi sebelum puncak arus mudik dan libur lebaran.
Perbaikan difokuskan pada jalur utama, jalan protokol, jalur alternatif mudik, serta akses menuju destinasi wisata yang merupakan jalur mudik dan akses pariwisata yang biasa dilalui oleh masyarakat.
Kendati demikian, dalam pelaksanaannya saat ini, Pemprov Banten mengaku jika terdapat kendala yakni akibat tingginya intensitas hujan.
BACA JUGA: Temukan Banyak Pelanggaran, KPK Minta Pemprov Banten Perketat Pengawasan Tambang
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, yang mengatakan proses perbaikan jalan ditarget untuk tuntas sebelum memasuki musim mudik lebaran.
“Kita targetkan untuk seluruh jalur strategis itu sudah dalam kondisi laik paling lambat H-10 Lebaran. Ya mudah-mudahan H-10 Lebaran semua jalur utama mudik dan jalur pariwisata sudah tertangani,” kata Arlan, Selasa, (3/2/2026).
Arlan menuturkan, kondisi cuaca saat ini menjadi faktor krusial yang mempengaruhi proses perbaikan dalam hal ini pengaspalan.
Menurutnya, pemaksaan pengerjaan di tengah hujan justru berpotensi menurunkan kualitas jalan dan menimbulkan kerusakan berulang.
“Kami memahami keluhan masyarakat. Tapi pengaspalan di kondisi hujan ekstrem justru berisiko, karena hasilnya tidak akan bertahan lama dan malah menimbulkan komplain baru,” ujarnya.
Arlan menjelaskan, saat ini pihaknya memilih untuk menunggu cuaca lebih stabil agar perbaikan yang dilakukan benar-benar efektif dan memiliki daya tahan jangka panjang.
Ia menegaskan, pendekatan tersebut diambil agar pemeliharaan jalan tidak bersifat tambal sulam.
“Kalau dipaksakan sekarang, bisa saja cepat rusak lagi. Itu yang sedang kami hindari. Prinsipnya, lebih baik tepat waktu dan berkualitas,” katanya.
Arlan menyebutkan, berdasarkan data teknis yang ia miliki saat ini kondisi jalan provinsi telah berada pada angka 94,5 persen dalam kategori “mantap”, yang mencakup kondisi baik dan sedang.
Kendati demikian, Arlan menegaskan bahwa status mantap tidak berarti jalan sepenuhnya bebas dari kerusakan.
“Sedang itu artinya tingkat kerusakan masih di bawah 5 persen. Masih ada lubang-lubang, dan itu akan kami tangani,” tegasnya.
Sementara, untuk menjaga kualitas jalan sepanjang sekitar 763 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi, Arlan menyebutkan jika Pemprov Banten telah menyiapkan anggaran pemeliharaan rutin tahunan sekitar Rp30 miliar.
Anggaran tersebut, kata dia, telah dialokasikan untuk dilakukan perawatan jalan di seluruh wilayah, mulai dari Tangerang Raya, Serang, Cilegon, hingga Lebak dan Pandeglang.
“Setiap tahun anggaran pemeliharaan tetap kami siapkan. Penanganannya disesuaikan dengan momen-momen penting seperti Lebaran, tahun baru, dan hari besar lainnya,” ungkap Arlan.
Lebih jauh Arlan memastikan, ketersediaan material diklaim relatif aman, sementara faktor cuaca menjadi variabel utama yang terus dipantau.
“Stok material aman. Yang kami tunggu sekarang hanya cuaca yang memungkinkan agar hasil pekerjaan maksimal,” pungkasnya. (raffi)















