BANTENRAYA.COM – Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu memiliki beberapa produk unggulan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjadi penunjang ekonomi masyarakat.
Salah satu UMKM yang paling berkembang yakni, keripik Paria yang diproduksi oleh Nakarda Snack dan sudah dipasarkan di 20 toko.
Produsen Nakarda Snack Naning Srimulyawati mengatakan, selain keripik Paria ada produk lain yakni rempeyek kacang, rempeyek udang, kentang keju, keripik talas yang juga menjadi cemilan unggulan Nakarda Snack.
BACA JUGA: Dindikbud Cilegon Bantu Ratusan Warga Tempuh Pendidikan Kembali Lewat Program Sekole Maning Lur
“Keripik Paria itu ada dua varian, pedas dan rasa udang, keripik usus, sambal pecel. Rencananya mau launching keripik pisang rasa stroberi,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa 3 Febriari 2026.
Usahanya yang dijalankan Naning sejak 2017 tersebut dibina oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang.
“Bikin usaha ini mulai dari KWT (kelompok wanita tani). Kebetulan DKPP menginginkan pelaku KWT punya olahan pangan lokal. Akhirnya saya buat keripik Paria karena di rumah itu banyak buah paria,” katanya.
Ia menuturkan, saat ini produk yang ia buat cukup laku setelah dijual di berbagai koperasi perusahaan besar yang ada di Kota Cilegon dan beberapa daerah lainnya.
“Totalnya ada 20 toko yang menjaul produk saya, seperti di Asahimas Chemical, itu kita kirim 80 sampai 90 pcs per minggu. Tapi koperasi perusahaan lain rata-rata 30 sampai 35 pcs,” ungkapnya.
Naning mengungkapkan, semua produk yang dijulanya sudah memiliki legalitas yang lengkap seperti sertifikat halal, hak kekeyakaan intelektual (HAKI) hingga sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (SPP-IRT).
“Kalau legalitas semuanya sudah lengkap, saya jual dengan harga serba Rp15.000 untuk seluruh varian rasa,” tuturnya.
Produk keripik Paria tersebut juga sudah memenuhi uji akurasi yang dan akan dijual di salah stau toko ritel terbesar di Indonesia.
“Tinggal MoU (memorandum of understanding) untuk mengisi 50 toko ritel di Kabupaten Serang. Untuk satu kali produksi membutuhkan 20 kilogram paria,” jelasnya. (andika)
















