BANTENRAYA.COM — Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Banten mencatat sedikitnya 52 titik banjir yang tersebar di enam kabupaten dan kota.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, berdasarkan data yang ia miliki, sebanyak 52 titik di enam Kabupaten Kota di Provinsi Banten telah tergenang banjir.
Ia mengatakan, genangan air terjadi akibat meningkatnya debit air di saluran drainase dan sungai yang tidak mampu menampung aliran air hujan yang terjadi cukup lama pada Sabtu, 7 Maret 2026 malam.
“Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kawasan permukiman warga tergenang,” ujar Lutfi, Minggu, 8 Maret 2026.
BACA JUGA: Kecamatan Purwakarta Cilegon Terparah Diterjang Banjir, 834 Rumah Terendam
Lutfi merinci, berdasarkan data sementara BPBD, wilayah dengan titik banjir terbanyak berada di Kota Tangerang dengan 18 titik genangan yang tersebar di sejumlah kawasan permukiman warga.
Sementara itu, Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan masing-masing tercatat mengalami banjir di 8 titik lokasi.
Banjir juga terjadi di Kota Cilegon dengan 6 titik genangan, serta Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang yang masing-masing mengalami banjir di 6 titik lokasi.
Menurut Lutfi, ketinggian air di sejumlah wilayah bervariasi, mulai dari sekitar 10 centimeter hingga lebih 100 centimeter di beberapa kawasan permukiman warga.
Meski demikian, sebagian wilayah yang sebelumnya tergenang dilaporkan mulai berangsur surut setelah intensitas hujan menurun.
BACA JUGA: Kota Cilegon Banjir Lagi, Pemkot Akui Belum Mampu Tangani Minimalisir Banjir
“Beberapa titik banjir sudah mulai surut, namun petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang sebelumnya tergenang,” katanya.
Lutfi mengatakan, BPBD Provinsi Banten bersama pemerintah daerah setempat terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan untuk memastikan kondisi warga terdampak tetap aman.
Selain itu, Lutfi juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir. Jika terjadi peningkatan debit air, segera melapor kepada petugas atau aparat setempat,” pungkas Lutfi.***


















