BANTENRAYA.COM — Pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu warga kurang mampu kembali dilakukan Baznas Provinsi Banten pada 2026.
Melalui program bedah rumah, Baznas menargetkan akan ada puluhan bahkan ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan diperbaiki yang tersebar di wilayah-wilayah yang belum terjangkau program pemerintah dan pemerintah daerah.
Baznas Banten saat ini akan mematangkan Rapat Anggaran Tahunan (RAT) sebagai dasar penentuan jumlah bantuan dan wilayah sasaran.
“Tahun ini ada untuk bantuan bedah rumah. Hanya saja untuk jumlah pastinya belum bisa kita sampaikan, karena memang kita baru akan membahasnya secara menyeluruh,” kata Wakil Ketua II Baznas Banten Pery Hasanudin, Senin (19/1/2026).
Diketahui, pada tahun 2025, Baznas Banten telah merealisasikan pembangunan lebih dari 100 unit RTLH yang tersebar di delapan kabupaten/ kota di Provinsi Banten.
BACA JUGA: Rumah Warga di Desa Sindanghayu Pandeglang Ambruk, Bantuan Pemerintah Belum Datang
Setiap rumah mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta yang bersumber dari dana ZIS masyarakat.
Pery Hasanudin mengatakan, program bedah rumah akan tetap dilanjutkan karena dinilai berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin.
Menurutnya, bantuan bedah rumah difokuskan untuk melengkapi program pemerintah daerah. Baznas berperan mengisi celah wilayah yang belum terjangkau oleh anggaran Pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah kabupaten/ kota.
“Kita berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Mana saja yang belum tercover oleh pemerintah, kita bantu sesuai dengan anggaran yang ada di kita. Dana ZIS itu boleh untuk membantu masyarakat kurang mampu, salah satunya melalui bedah rumah,” katanya.
Dia menjelaskan, selain menyediakan hunian layak, program bedah rumah juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan di Banten.
BACA JUGA: Anggota DPRD Banten Nia Purnamasari Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Kota Serang
Pada tahun lalu, penerima bantuan bedah rumah mayoritas berada di Kabupaten Pandeglang, Serang, Tangerang, dan sejumlah daerah lainnya.
Tahun ini, jumlah bantuan masih bersifat fleksibel dan bergantung pada hasil RAT serta kondisi transisi kepengurusan Baznas Banten.
“Setelah final akan kita sampaikan jumlahnya,” katanya.
Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu program yang sangat membantu masyarakat miskin. Setiap saat dia mendorong agar Baznas Banten terus membantu masyarakat miskin yang memiliki rumah tidak layak huni agar dibantu.
Bahkan, banyak di antara pemilik rumah tidak layak huni itu merupakan para orang tua bahkan sudah lanjut usia yang sudah tidak produktif dan tidak memiliki penghasilan lagi.
BACA JUGA: Jelang RUPS, Saham Bank Banten Melesat 30 Persen
Dia mengaku merasa berdosa apabila masih ada masyarakat miskin yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.***
















