BANTENRAYA.COM – Pemberlakukan Work From Anyware (WFA) oleh pemerintah diprediksi akan membuat puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon terpecah menjadi 2.
Puncak arus mudik di Pelabuhan Merak diprediksi akan terjadi pada 15 Maret dan 18 Maret 2026.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryo Nugroho menjelaskan, dengan adanya kebijakan WFA membuat prediksi puncak arus mudik terpecah menjadi dua.
BACA JUGA: Huawei Mate X7 Resmi Hadir, Bawa Kelebihan Foldable Dibanding Kompetitor
“Awal bisa terjadi pada Minggu 15 Maret karena adanya WFA pada 16 dan 17 Maret. Lalu bisa terjadi lagi arus puncak pada 18 Maret yang memang masa cuti lebaran,” katanya, Kamis 26 Februari 2026.
Agus menyatakan, pihaknya nanti akan memberlakukan pengondisian terhadap dua potensi puncak mudik tersebut.
“Tentu semua akan dilakukan koordinasi secara matang, sehingga semuanya bersiap menghadapi puncak arus mudik tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA: Spoiler Drakor In Your Radiant Season Episode 3 Sub Indo: Ha Ran Hindari Sunwoo
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten Hermanta menjelaskan, ada sebanyak kurang lebih 81 kapal yang dioperasikan.
Meski demikian, pihaknya juga mempersiapkan kapal cadangan jika nantinya terjadi puncak gelombang mudik yang besar.
“Misalnya di Pelindo atau Ciwandan disiapkan 12 kapal beroperasi dan 1 kapal cadangan jika puncak mudik gelombangnya membesar,” tuturnya.
“Kapal di Pelabuhan BBJ Bojonegara juga tadinya hanya 6 sekarang menjadi 14 kapal untuk mengurangi penumpukan kendaraan di Pelabuhan,” ujarnya.
Termasuk, jelas Hermanta, akan disiapkan Pelabuhan cadangan dengan dua kapal yakni di Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera.
“KBS akan difungsikan jika terjadi kepadatan dan penumpukan di Pelabuhan Ciwandan,” pungkasnya. ***
















