BANTENRAYA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak menuai banyak keluhan dari orang tua murid.
Keluhan yang disampaikan mayoritas terkait variasi menu MBG. Wali murid juga menilai menu yang diberikan belum mencukupi kebutuhan gizi anak.
Wali murid SD Negeri 2 Selaraja, Wahda mengaku menu yang diberikan untuk anaknya di luar ekspektasinya terhadap program MBG tersebut.
BACA JUGA: 81 Kapal Layani Arus Mudik Jawa Sumatera di 4 Pelabuhan, Tiket Eksekutif Dihapuskan
“Anak saya cuma dapat jagung, pisang, dan tempe. Kalau disebut makanan bergizi rasanya kurang pas. Seharusnya lebih lengkap dan layak,” ungkap Wahda Kamis, 26 Februari 2026.
Sementara persoalan serupa terjadi di sekolah lain. Sejumlah wali murid menyinggung soal pilihan penyedia MBG memasukan makanan ultra proses ke menunya.
“Salah satunya ya jelas porsi. Tapi ya untuk makanan ultra proses, kita bertanya-tanya, memang cukup untuk gizi anak,” kata salah satu wali murid lain yang enggan disebut namanya.
Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Dia bilang pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Juwita juga meminta agar pihak SPPG lebih memperhatikan kualitas menu pada program nasional itu yang disalurkan.
“Soal MBG bukan cuma soal profit, tetapi ada tanggung jawab moral kepada publik,” kata Juwita. ***















