BANTENRAYA.COM – Harga saham Bank Banten dengan kode emiten (BEKS), mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepekan terakhir, melesat hingga 30 persen.
Pada perdagangan saham Senin 19 Januari 2026, harga saham BEKS bertengger di level Rp39 per lembar saham, berhasil breakout dari harga di pekan sebelumnya sebesar Rp30 per lembar saham.
Beberapa sentimen positif mendorong pergerakan harga saham BEKS, mulai dari skema Kelompok Usaha Bank (KUB) yang sudah rampung dengan Bank Jatim, hingga kinerja keuangan yang membaik.
BACA JUGA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Era Prabowo-Gibran, Ratusan Ribu Hektar Terdampak
Dalam waktu dekat, Bank Banten akan menggelar RUPSLB pada 21 Januari 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Serang, pukul 10.00 WIB.
Mata acara utama Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Banten tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas pengunduran diri Direktur Bisnis Perseroan, serta perubahan susunan pengurus perusahaan.
Manajemen menegaskan bahwa pemanggilan ini dilakukan sesuai ketentuan POJK Nomor 33/POJK.04/2014 mengenai Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, serta mengacu pada Anggaran Dasar Perseroan.
Dari sisi kinerja, sampai dengan akhir November 2025, total aset Bank Banten telah menembus double digit mencapai Rp10,02 triliun atau meningkat 32,7 persen dari posisi aset di akhir Desember 2024, yang hanya menyentuh angka Rp7,55 triliun.
Sementara, realisasi kredit yang diberikan mencapai Rp4,66 triliun atau naik 21 persen dari posisi per 31 Desember 2024. Dana Pihak Ketiga meningkat tajam 43 persen mencapai Rp6,95 triliun.
Pertumbuhan bisnis juga diikuti dengan perbaikan kualitas kredit yang jauh semakin membaik, dengan ratio non performing loan (NPL) gross turun menjadi 5,10 persen.
Berdasarkan kinerja tersebut, Bank Banten berhasil membukukan laba bersih Rp41,93 miliar di November 2025. Capaian laba ini telah melampaui pecapaian pada Desember 2024 yang sebesar Rp39,33 miliar.***



















