BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa Binuang, Kecamatan Binuang terus menggenjot budidaya lele dan timun untuk program ketahanan pangannya.
Budidaya yang dilakukan Pemdes Binuang tersebut sudah menghasilkan sebanyak 171 kuintal ikan lele dan 7 ton mentimun.
Kepala Desa Binuang Sukri mengatakan, program ketahanan pangan tersebut sudah berjalan sejak bulan Oktober 2025 dan dikelola langung oleh badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putra Binuang.
BACA JUGA: Polda Banten Siagakan 55 Pos Pengamanan dan Pelayanan untuk Mudik Lebaran 2026
“Kita membudidaya ikan lele ada tiga kolam, sedangkan untuk budidaya mentimun di lahan seluas satu hektaran,” ujarnya, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, satu kolam lele sudah sempat dipanen dan menghasilkan lebih dari satu kuintal dan dijual ke masyarakat sekitar dan di pasaran.
“Kita baru panen satu kolam lele, sedangkan mentimun yang berhasil dipanen hanya tujuh ton. Karena lahan kita sempat dilanda banjir,” katanya.
Sukri menuturkan, saat ini pengurus BUMDes juga sedang melakukan penanaman kembali di lahan mentimun yang seluas satu hektare itu.
“Untuk lele masih ada dua kolam lagi yang belum kita panen, mudah-mudahan dua atau tiga minggu lagi kita panen. Sedangkan mentimun kita sedang melakukan penanaman kembali,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, program ketahanan pangan tersebut bisa dijadikan sebagai contoh bagi masyarakat yang ingin menggeluti usaha di bidang pertanian dan peternakan.
“Program kita ini model awal yang bisa ditiru oleh masyarakat. Jadi budidaya ini akan berdampak baik bagi masyarakat desa,” paparnya.
Sementara Camat Binuang Mamak Abror mengapresiasi Pemdes Binuang yang mampu membuat budidaya mentimun dan ikan lele tersebut.
“Awalnya sempat mati 200 ekor, tapi saat saya ikut panen dapatnya sekitar 171 kilogram lelel. Jadi program ini Alhamdulillah mampu menambah perputaran ekonomi warga,” ujarnya. (andika) ***
















