Sabtu, 14 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Sabtu, 14 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Dari Tragedi Sengkon dan Karta: Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Indonesia

Kisah Sengkon dan Karta: Inspirasi untuk Bicara Petani

Administrator Oleh: Administrator
30 September 2025 | 13:03
opini

Penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indonesia, Novita Sari Yahya. (Dokumen Pribadi)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Kisah Sengkon dan Karta menjadi inspirasi bagi saya menuliskan cerita ini.

Dua petani miskin asal Desa Bojongsari, Bekasi, dituduh melakukan perampokan dan pembunuhan pada 1974.

Meski bersikeras tidak bersalah, aparat memaksa keduanya mengaku dengan kekerasan.

ADVERTISEMENT

Pada 1977, Sengkon divonis 12 tahun penjara dan Karta 7 tahun.

Kebenaran baru terungkap setelah seorang narapidana lain, Gunel, mengaku sebagai pelaku sebenarnya.

Tragedi ini mencatat sejarah kelam: petani kecil yang miskin bisa dengan mudah terpinggirkan, bahkan menjadi korban salah tangkap.

Tempo menyebut kasus ini sebagai tonggak lahirnya mekanisme Peninjauan Kembali atau PK dalam sistem hukum Indonesia.

Narasi ini menunjukkan bahwa petani bukan hanya menghadapi kesulitan ekonomi, tetapi juga kerentanan sosial dan hukum.

BACA JUGA: Traktor Bantuan Kementan di Kabupaten Serang Hilang, Pompa Air Petani Juga Banyak yang Raib

Indonesia: Negara Agraris, tapi Bergantung Impor

Indonesia kerap digambarkan sebagai negara agraris dengan tanah yang subur.

Namun, data impor pangan justru memperlihatkan hal sebaliknya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras pada semester I 2025 mencapai US$90,75 juta, sementara ekspor hanya US$172.837.

Ketergantungan impor ini paradoksal.

Negeri yang mestinya mampu memenuhi kebutuhan pangan justru bergantung pada pasokan luar.

Kondisi ini mengancam kedaulatan pangan sekaligus melemahkan posisi petani dalam negeri.

BACA JUGA: Gerbong Khusus Pedagang dan Petani Tiba di Stasiun Rangkasbitung, Segera Diujicoba

Orde Baru dan Hilangnya Generasi Petani

Sejak Orde Baru, pembangunan lebih condong ke industrialisasi.

Migrasi besar-besaran dari desa ke kota untuk menjadi buruh pabrik mempercepat hilangnya generasi petani.

Lahan pertanian menyempit akibat alih fungsi untuk industri dan perumahan.

Akibatnya, anak-anak petani enggan melanjutkan profesi orang tuanya.

Berita media kerap menyoroti kisah anak petani yang sukses keluar dari desa—bukan sebagai petani, melainkan pegawai negeri, birokrat, atau pekerja kantoran.

BACAJUGA:

Dosen Universitas Primagraha, Muhamad Wahyudin, M.H., C.DAIMA., C.ACSM., C.NLPTC., C.BMS.

Ramadhan, Perjuangan, dan Kebangkitan Pemuda

13 Maret 2026 | 14:31
Android

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30

Bahkan lulusan pertanian pun lebih memilih bekerja di bank atau sektor formal ketimbang membuka usaha tani.

Seperti kata Tan Malaka dalam Madilog:

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.”

BACA JUGA: 8 Pompa Air Bantuan untuk Petani di Serang Raib Digondol Pencuri, Pemkab Rugi Rp120 Juta

Potret Kemiskinan dan Pendidikan Petani

Data menunjukkan, pada Maret 2024, 47,94 persen penduduk miskin ekstrem bekerja di sektor pertanian. Pendidikan pun masih rendah: 60,72 persen hanya lulusan SD ke bawah, sedangkan yang menamatkan SMP ke atas hanya 39,28%.

Rendahnya pendidikan berdampak pada terbatasnya akses teknologi, informasi, dan manajemen usaha tani.

Petani gurem yang hanya menggarap lahan kecil hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, itupun dengan akses pupuk, bibit, dan modal yang terbatas.

Alih Fungsi Lahan: Ancaman Nyata

Alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian terus berlangsung.

Data resmi menunjukkan:

Setiap tahun, 100.000–150.000 hektare sawah hilang.

Di Jawa Tengah, 2019–2024, sawah berkurang 62.000 hektare.

Secara nasional, luas sawah menyusut dari 8,1 juta hektare (2015) menjadi 7,38 juta hektare (2024).

Pemerintah memang menetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), termasuk tambahan 2,7 juta hektare LSD pada 2025.

Namun, implementasi di lapangan menghadapi tekanan pembangunan industri dan perumahan.

BACA JUGA: Mahasiswa Unsera Ciptakan Alat Bantu Bagi Petani, Bisa Deteksi Heat Stroke

Jejak Sejarah: Partai Parindra dan Petani di Jambi

Ketika kakek saya, dr. Sagaf Yahya, mendirikan Partai Parindra di Jambi tahun 1935, kesejahteraan petani menjadi salah satu fokus perjuangan.

Sebagian besar kadernya adalah petani, buruh, dan pemuda.

Sistem kaderisasi Parindra saat itu menjadi salah satu yang terbaik di daerah.

Sejarah ini menunjukkan bahwa petani pernah ditempatkan sebagai basis perjuangan politik nasionalis.

Semangat itu penting dihidupkan kembali yaitu pembangunan bangsa tidak boleh meninggalkan petani.

BACA JUGA: Petani Kecil Terjepit, Akademisi Tuntut Kebijakan Pangan yang Lebih Berkeadilan

Kajian dan Pemberdayaan Lokal: Perempuan sebagai Penopang

Dalam banyak kajian, saya menekankan pentingnya kearifan lokal dan peran perempuan dalam pertanian.

Ibu-ibu di desa bisa menjadi motor gizi keluarga melalui pertanian pekarangan, beternak ikan lele dalam terpal, dan memelihara ayam kampung.

Pendekatan sederhana ini lebih realistis untuk masyarakat agraris Indonesia. Saya menuliskan pandangan dalam kajian berjudul ” Kajian Nutrisi Berbasis Kearifan Lokal dengan Pemberdayaan Perempuan.

Sebelum program makan bergizi gratis diluncurkan, saya sudah menuliskan evaluasi kebijakan makan bergizi gratis dalam buku elektronik PAMI Jawa Timur 2023-2024 dengan judul buku jelajah opini Makan Bergizi Gratis ” Mengukur Dampaknya  Menjamin Keberlanjutan.  Strategi Kebijakan Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan. Artikel yang di muat di elektronik book tersebut berjudul ” Strategi Kebijakam Publik Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan, Evaluasi Kebijakan Makan Bergizi Gratis oleh dr. Novita sari yahya

Fokus saya tetap: kesejahteraan petani, sebagaimana ide kakek saya tentang pemberdayaan ekonomi rakyat desa.

BACA JUGA: Panen Bersama Petani Jagung Pulut, Bupati Tangerang Dorong Diverifikasi Pangan Lokal

Kedaulatan Pangan sebagai Pilar Welfare State

Satu bangsa dikatakan mandiri ketika kedaulatan pangan tercapai.

Pangan bukan sekadar soal gizi, tetapi soal perut lapar.

Sejarah menunjukkan banyak revolusi dipicu oleh persoalan kelaparan.

Karena itu, negara wajib menjamin ketersediaan pangan melalui petani lokal. Kebijakan pangan tidak boleh hanya berbicara soal gizi, tetapi harus menjamin bahwa petani mampu memproduksi pangan dengan harga yang adil.

Petani Harus Diberi Hak Istimewa

Petani layak diperlakukan dengan hak istimewa, bahkan lebih dari pejabat yang hanya bisa berpose di depan publik. Alasan sederhana: petani menjamin ketersediaan pangan.

Maka kebijakan harus memprioritaskan:

Subsidi pupuk dan bibit yang mudah diakses.

Permodalan melalui lembaga mikro syariah seperti BMT.

Harga panen yang adil sehingga petani tidak merugi.

BMT dan Filantropi Desa: Jalan Kemandirian

Model BMT (Baitul Maal wat Tamwil) terbukti efektif dalam membantu petani mengakses modal. Dompet Dhuafa, misalnya, menjalankan program MUFAKAT yang menyalurkan modal usaha bagi petani dan dhuafa.

Hingga pertengahan 2025, program ini menjangkau 140 penerima manfaat di Yogyakarta.

Selain itu, perlu didirikan yayasan filantropi independen di desa, dengan subdivisi perbankan mikro BMT dan pendampingan petani. Sumber dananya bisa berasal dari CSR perusahaan, CSR BUMD,  infak, dan sedekah.

Sistem semacam ini memungkinkan petani lepas dari jeratan birokrasi yang rawan korupsi.

BACA JUGA: Panen Bersama Petani Jagung Pulut, Bupati Tangerang Dorong Diverifikasi Pangan Lokal

Pendidikan: Jalan Modernisasi Petani

Karena mayoritas petani hanya lulusan SD, pendidikan non-formal sangat penting. Alternatif yang bisa dilakukan:

Kejar Paket C berbasis pertanian, agar petani bisa belajar sambil tetap bekerja.

SMK pertanian untuk petani, dengan kelas sore atau akhir pekan.

Pendidikan ini tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga memberi akses pada teknologi dan manajemen usaha tani.

BACA JUGA: Regenerasi Petani di Banten Mandeg, 80 Persen Usianya di Atas 50 Tahun

Penutup: Dari Sengkon dan Karta ke Petani Masa Kini

Kisah Sengkon dan Karta mengingatkan kita bahwa petani adalah kelompok paling rentan. Meski bentuk kerentanan kini berbeda, kemiskinan, keterpinggiran, dan hilangnya lahan, ntinya tetap sama: petani belum mendapat posisi strategis dalam pembangunan nasional.

Jika Indonesia ingin kedaulatan pangan, maka kesejahteraan petani harus menjadi prioritas. Tanpa petani yang sejahtera, kedaulatan pangan hanyalah slogan.

Daftar Referensi

Tempo. Kilas Balik Korban Salah Tangkap Fenomenal Sengkon dan Karta.

Kompas.com. Sengkon dan Karta, Dua Petani yang Dituduh Merampok dan Membunuh, 2 Agustus 2023.

Badan Pusat Statistik (2025). Data Impor dan Ekspor Pangan Semester I 2025.

Antara News (2025). Menteri ATR: Penerapan LSD Tekan Konversi Alih Fungsi Lahan Sawah.

Kompas.id (2024). Tantangan Konversi Lahan dalam Semangat Cita-Cita Swasembada Pangan.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979). Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi.

Dompet Dhuafa (2025). Laporan Program MUFAKAT.***

BACA JUGA: Iip Sujatna Tak Kenal Lelah Memotivasi Petani Muda

Novita Sari Yahya, Penulis dan Peneliti yang bergabung di Filantropi Kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indonesia.

Editor: Gillang Mubarok
Tags: IndonesiaKartakedaulatan pangankesejahteraan petanipetaniSengkon
Previous Post

Dipesan Lewat MiChat, Kos-Kosan di Ciruas Diduga Jadi Tempat Tak Senonoh

Next Post

SMAN 1 Kota Serang Inginkan Kasus Pemukulan Anggota Paskibra Diselesaikan Lewat RJ

Related Posts

Dosen Universitas Primagraha, Muhamad Wahyudin, M.H., C.DAIMA., C.ACSM., C.NLPTC., C.BMS.
Opini

Ramadhan, Perjuangan, dan Kebangkitan Pemuda

13 Maret 2026 | 14:31
Android
Opini

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer
Opini

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam
Opini

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
Load More

Popular

  • OPD

    Walikota Serang Budi Rustandi Instruksikan Seluruh OPD Beralih ke Transaksi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GRATIS! Link Download Logo Milad ke-62 IMM 2026, Lengkap dengan Filosofinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Isu Dugaan Praktik Pungli Pencairan Dana Sertifikasi Guru Agama, Kemenag Kota Tangerang: Itu Tidak Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh Pendakwah Inisial SAM Dilaporkan Atas Dugaan Kasus Pelecehan, Netizen Seret Nama Syaikh Ahmad Al Misry

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dikaitkan Kasus Pelecehan Pendakwah Inisial SAM, Ustad Solmed Buka Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Bopeng-bopeng, Gubernur Banten Tagih Komitmen Pengelola Tol Tangerang-Merak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HMI Cilegon Dukung Langkah Tegas Penutupan Akses Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Milad IMM ke-62 Tahun 2026! Cek 12 Ucapan yang Dapat Dibagikan dengan Mudah di Medsos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan Anggaran Sekolah Gratis Belum Dibayar, Dindikbud Banten Dinilai Tidak Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Dua pemain Persib Bandung menjalani sesi latihan sebelum lawan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri Samarinda dalam laga tunda BRI Super League 2025-2026. (Instagram @persib)

Borneo FC Vs Persib Bandung, Misi 3 Poin Pangeran Biru Demi Menjauh dari Kejaran Para Pesaing

14 Maret 2026 | 17:59
uin smh banten

12 Pimpinan UKM UIN SMH Banten Dilantik

14 Maret 2026 | 17:59
unsera

MasyaAllah! Duta Kampus Unsera Santuni Anak Yatim

14 Maret 2026 | 17:39
phantom lawyer

Makin Seru! Spoiler Drama Phantom Lawyer Episode 2 Sub Indo: I Rang Datangi Tempat Mafia

14 Maret 2026 | 17:26

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda