BANTENRAYA.COM – Dua unit traktor dan delapan unit pompa air bantuan dari Kementerian Pertanian atau Kementan RI hilang diduga ada yang mencuri.
Padahal, Pemkab Serang sedang menggencarkan penanaman padi, salah satunya dengan menggunakan peralatan modern seperti traktor di lahan seluas 1.700 hektare.
Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah mengatakan, saat ini Pemkab Serang tengah fokus melakukan percepatan tanam padi dengan menggunakan peralatan modern seperti traktor ataupun pompa air.
“Mudah mudahan adanya transplanter bisa meningkatkatkan tanaman padi,” ujarnya di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Senin, 29 September 2025.
Ia menjelaskan, masih ada 1.700 hektare lahan yang belum ditanami padi sehingga dengan adanya alat modern tersebut diharapkan bisa membantu menambah luas tanam dalam waktu dua hari ini.
BACA JUGA: Gerbong Khusus Pedagang dan Petani Tiba di Stasiun Rangkasbitung, Segera Diujicoba
“Saat ini keluhan petani pengen mendapatkan alat-alat pertanian yang modern untuk mempercepat tanam padi. Insya Allah keluhan itu akan ditindaklajuti,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengungkapkan, sejumlah petani di beberapa kecamatan tidak bisa memindahkan air dari irigasi ke sawah karena mesin pompa air bantuan dari Kementan hilang.
“Mesin pompa air yang hilang ada delapan unit, kita mengalami kerugian sekitar Rp120 juta,” katanya.
Ia mengaku sudah diperintah oleh Bupati Serang untuk mendata kembali mesin pompa air yang masih ada, sedangkan untuk pompa yang hilang akan dicarikan penggantinya.
“Mesin pompa air yang hilang itu ada di Kecamatan Carenang, di Kecamatan Bandung, dan di beberapa kecamatan lain,” ungkapnya.
BACA JUGA: Robinsar Janjikan Penanganan Parkir Liar Hingga Desember 2025
Selain mesin pompa air, dua unit traktor di Kecamatan Kragilan juga ada yang mencuri setelah digunakan oleh para petani.
“Laporan yang kami terima hilangnya pas jam istirahat, begitu mau dipakai lagi sudah enggak ada karena ada yang nyuri,” tuturnya.***















