BANTENRAYA.COM– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang mencatat terdapat 60 ribu warga Kabupaten Serang yang masuk dalam kategori miskin.
Angka kemiskinan di Kabupaten Serang tersebut masih tinggi karena konsumsi pengeluaran untuk per bulannya masih dibawah 2.100 kilo kalori (kkal).
Kepala BPS Kabupaten Serang Tutty Amalia mengatakan, angka kemiskinan tersebut merupakan data terbaru yang dikeluarkan pada Desember 2025.
BACA JUGA: Ribuan Warga Serbu Bazar Ramadan Taman Krakatau, 70 UMKM Ramaikan Acara
“Persentase penduduk miskin Kabupaten Serang berada di angka 4,48 persen atau mengalami penurunan 0,03 persen apabila dibandingkan dengan tahun 2024,” ujarnya, Rabu 4 Meret 2026.
Ia menjelaskan, dari persentase tersebut, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Serang berada di angka 68 ribu orang dan mengalami penurunan sekitar 350 orang dalam setahun.
“Sebenarnya turun yah, di Kabupaten Serang itu ada 68 libur. Dalam enam tahun terakhir trend kemiskinan kita berada di angka empat sampai lima persen,” katanya.
Tutty menuturkan, berdasarkan tingkat kedalaman dan keparahannya angka kemiskinan di Kabupaten Serang masih dalam batas wajar.
“Angka itu masih dalam batas wajar, tapi kalau mengalami kenaikan di tingkat keparahan, maka harus diwaspadai. Apabila kategori miskin semakin tenggelam, maka ini yang harus diperhatikan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kategori warga Kabupaten Serang yang masuk dalam kriteria miskin karena pengeluaran untuk kebutuhan makanan di bawah 2.100 kilo kalori (kkal).
“Kita lihat dari konsumsi pengeluaran per bulannya. Apabila ada di bawah garis kemiskinan termasuk orang miskin, kalau di atas berarti dia tidak miskin,” paparnya.
Ia mengungkapkan, untuk mengukur kedalaman kemiskinan, pihaknya biasanya menggunakan indikator Tingkat Kedalaman Kemiskinan (P1), dan Tingkat Keparahan Kemiskinan (P2).
“Karena kalau mengukur dengan indicator pendapatan itu hasilnya bias. Karena jarang orang mau terus terang soal pendapatan,” tuturnya. (andika)
















