BANTENRAYA.COM – Warga Perumahan Taman Krakatau, Kecamatan Waringinkurung menggelar bazar Ramadan dengan menjual berbagai kebutuhan takjil dan makanan untuk menu buka puasa.
Bazar Ramadan tersebut diisi oleh 70 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap harinya.
Ketua Paguyuban UMKM Taman Krakatau Heri mengungkapkan, setiap hari hampir 5.000 orang mengunjungi bazar Ramadan yang dibuka mulai pukul 16.00 WIB.
BACA JUGA: Siap-Siap War Tiket! Ini Tata Cara Daftar Program Mudik Gratis Dari Aplikasi Cilegon Juare
“Untuk hari biasa sekitar 5.000, tapi kalau akhir pekan itu sangat membludak karena waktu libur kerja. Jadi keluarga yang tidak mau masak tinggal beli di sini,” ujarnya di lokasi bazar, Rabu 4 Maret 2026.
Walaupun pengunjung masih didominasi oleh warga lokal, namun banyak juga pengunjung dari Kota Cilegon yang sengaja mencari menu takjil ke lokasi bazar.
“Untuk pengunjung masih didominasi warga Taman Krakatau, tapi dampaknya sangat baik, bahkan perputaran ekonomi juga bisa tembus di Rp10 sampai Rp20 juta per hari,” ungkapnya.
Heri menjelaskan, terdapat beberapa jenis makanan yang dijual di bazar Ramadan mulai dari makanan ringan, makanan berat bahkan menu takjil berbuka puasa tradisional.
“Bermacam-macam makanan yang dijual di bazar ini. Ada gorengan, bakso, roti, aneka jeli, lupis, dan berbagai kue, bahkan lauk untuk berbuka puasa juga banyak,” katanya.
Salah seorang penjual bakso pedas Dewi Rosihan mengaku, omset yang dihasilkan dari berjualan di bazar Ramadan tersebut juga cukup tinggi bahkan lebih dari Rp500 ribu per hari.
“Yang saya jual bakso kuah pedas, bakso kuah ori, dan ceker kuah pedas. Alhamdulillah omzetnya lebih dari Rp500 ribu karena pengunjungnya juga banyak,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pembeli Inayah mengatakan, lokasi bazar Ramadan tersebut sudah menjadi favorit masyarakat untuk berburu takjil.
“Karena di rumah tidak masak, jadi saya beli lauk untuk berbuka puasa di sini. Saya lihat animo masyarakat juga cukup tinggi setiap harinya,” katanya. (andika)















