Jumat, 13 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Jumat, 13 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Ramadhan, Perjuangan, dan Kebangkitan Pemuda

Administrator Oleh: Administrator
13 Maret 2026 | 14:31
Dosen Universitas Primagraha, Muhamad Wahyudin, M.H., C.DAIMA., C.ACSM., C.NLPTC., C.BMS.

Dosen Universitas Primagraha, Muhamad Wahyudin, M.H., C.DAIMA., C.ACSM., C.NLPTC., C.BMS.

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Oleh : Muhamad Wahyudin, M.H., C.DAIMA., C.ACSM., C.NLPTC., C.BMS.

Ramadhan sering kali dipahami sebatas bulan ibadah ritual dibulan puasa, tarawih, dan tilawah Al-Qur’an.

Padahal, jika menengok lebih dalam sejarah Islam, Ramadhan adalah bulan yang sarat dengan spirit perjuangan dan keberanian.

ADVERTISEMENT

Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan yang mengajarkan tentang keteguhan iman, pengorbanan, dan kemenangan atas berbagai keterbatasan. Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan adalah Perang Badar, sebuah pertempuran yang secara rasional hampir mustahil dimenangkan oleh kaum Muslimin.

Dalam peristiwa tersebut, sekitar 300 pasukan Muslim harus menghadapi sekitar 1000 pasukan Quraisy yang jauh lebih kuat, lengkap, dan siap secara militer.

Secara logika kekuatan, hasilnya hampir dapat dipastikan kaum Muslimin akan kalah. Namun sejarah justru mencatat sebaliknya.

Pasukan kecil itu mampu meraih kemenangan. Peristiwa ini bukan sekadar kisah heroik masa lalu, tetapi pesan moral yang sangat kuat bagi generasi hari ini bahwa kekuatan iman, persatuan, dan keteguhan prinsip mampu mengalahkan keterbatasan yang tampak begitu besar.

Kemenangan Badar tidak lahir dari kekuatan jumlah, melainkan dari kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang mampu menanamkan keyakinan, keberanian, dan keteguhan kepada para sahabatnya.

Dalam situasi yang sulit, Nabi tidak menanamkan rasa takut, tetapi justru membangun optimisme dan semangat juang.

Nilai-nilai inilah yang sering kali hilang dalam kehidupan masyarakat modern, terutama di kalangan generasi muda yang semakin dihadapkan pada berbagai tantangan moral, sosial, dan intelektual.

BACAJUGA:

Android

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00

Sejarah Islam juga menunjukkan bahwa sejak awal, pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam perjuangan dakwah dan pembangunan peradaban.

Banyak tokoh muda di masa Nabi Muhammad SAW yang diberi kepercayaan besar karena integritas, kecerdasan, dan keberanian mereka.

Salah satu contoh yang sangat inspiratif adalah Khalid bin Walid dan Usamah bin Zaid.

Pada usia yang masih sangat muda, ia dipercaya oleh Nabi Muhammad SAW untuk memimpin pasukan besar yang di dalamnya terdapat para sahabat senior.

Kepercayaan ini menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memikul tanggung jawab besar jika seseorang memiliki kapasitas, keberanian, dan integritas.

Contoh lainnya adalah Ali bin Abi Thalib yang sejak usia muda telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam membela kebenaran.

Ia termasuk orang pertama yang menerima Islam ketika masih remaja, bahkan berani menggantikan posisi Nabi Muhammad SAW tidur di tempat tidur beliau saat peristiwa hijrah ke Madinah demi melindungi Rasulullah dari rencana pembunuhan kaum Quraisy.

Kisah-kisah seperti ini memperlihatkan bahwa sejarah besar sering kali ditulis oleh keberanian generasi muda yang tidak takut mengambil peran.

Namun ada satu pelajaran penting yang sering terlupakan dalam memaknai Ramadhan dan Idul Fitri.

Ibadah puasa sejatinya bukanlah ruang untuk mempertontonkan kesalehan, apalagi menjadi ajang riya dan kesombongan.

Ramadhan bukan momentum untuk saling menunjukkan siapa yang paling religius, siapa yang paling banyak ibadahnya, atau siapa yang paling tampak saleh di hadapan manusia.

Justru esensi terdalam dari puasa adalah melatih keikhlasan, karena puasa adalah ibadah yang hanya benar-benar diketahui oleh Allah SWT.

Dalam keheningan menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, seorang muslim sedang belajar tentang kejujuran spiritual beribadah bukan karena dilihat manusia, tetapi karena kesadaran penuh akan kehadiran Tuhan.

Demikian pula ketika Ramadhan berakhir dan Idul Fitri tiba. Lebaran seharusnya tidak dimaknai sebagai ruang untuk menunjukkan kemewahan, kebanggaan sosial, atau simbol status semata.

Idul Fitri adalah momentum kembali kepada kesucian, memperkuat ukhuwah, serta memperluas khazanah keikhlasan dalam kehidupan.

Ia menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati setelah Ramadhan bukanlah pada pakaian baru atau kemeriahan perayaan, tetapi pada hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih rendah hati, serta komitmen untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Sebagai pemuda hari ini, Ramadhan seharusnya menjadi momentum kebangkitan kesadaran.

Pemuda tidak boleh hanya menjadi generasi yang larut dalam rutinitas tanpa arah, apalagi terjebak dalam budaya instan yang menjauhkan dari nilai perjuangan.

Ramadhan mengajarkan disiplin, kesabaran, pengendalian diri, serta kepekaan sosial terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut seharusnya menjadi fondasi lahirnya generasi muda yang kuat secara moral dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Semangat Ramadhan seharusnya menumbuhkan motivasi bahwa setiap pemuda memiliki potensi untuk menjadi bagian dari perubahan. Tidak perlu menunggu usia tua untuk berkontribusi.

Sejarah telah membuktikan bahwa banyak perubahan besar lahir dari keberanian pemuda yang memiliki idealisme, visi, dan keberanian bertindak.

Pemuda harus berani bermimpi besar, berani berpikir kritis, dan berani memperjuangkan nilai kebenaran di tengah berbagai godaan zaman.

Di tengah berbagai persoalan bangsa krisis integritas, melemahnya etika publik, hingga tantangan sosial yang semakin kompleks pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton.

Mereka harus menjadi bagian dari solusi. Semangat Ramadhan dan pelajaran dari Perang Badar mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari kekuatan besar, tetapi dari keyakinan yang kuat, keberanian moral, dan kemauan untuk bergerak.

Karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi titik balik bagi kebangkitan generasi muda.

Bukan hanya untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan, tetapi juga untuk meneguhkan tanggung jawab terhadap masyarakat dan masa depan bangsa.

Jika pemuda mampu mengambil pelajaran dari spirit perjuangan yang diwariskan dalam sejarah Islam, maka Ramadhan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi akan menjadi energi moral yang melahirkan generasi tangguh generasi yang berani menghadapi tantangan zaman, memimpin perubahan, dan menorehkan kontribusi nyata bagi peradaban.***

 

Penulis merupakan Dosen di Universitas Primagraha Serang

Editor: Gillang Mubarok
Tags: pemudaPerjuanganRamadhan
Previous Post

Gebyar Ramadan Pramuka UIN SMH Banten Menyatukan Spiritualitas, Kepedulian Sosial dan Kebersamaan Generasi Muda

Next Post

Disperindag Kota Cilegon Temukan Susu Kedaluwarsa di Pusat Perbelanjaan

Related Posts

Android
Opini

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer
Opini

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam
Opini

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
penyiaran
Opini

Menagih Kembali Revisi UU Penyiaran

27 Januari 2026 | 12:10
Load More

Popular

  • OPD

    Walikota Serang Budi Rustandi Instruksikan Seluruh OPD Beralih ke Transaksi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Bopeng-bopeng, Gubernur Banten Tagih Komitmen Pengelola Tol Tangerang-Merak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Serang Gelontorkan Rp 45 Miliar untuk THR PNS, PPPK Penuh Waktu Hingga PPPK Paruh Waktu 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SDIT Bina Bangsa Tanamkan Spiritualitas, Akhlakul Karimah Sejak Dini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HMI Cilegon Dukung Langkah Tegas Penutupan Akses Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Cindy Rizap yang Dituding Jadi Selingkuhan Suami Maissy, Ternyata Pacar YouTuber Hariyo Ardhito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan Anggaran Sekolah Gratis Belum Dibayar, Dindikbud Banten Dinilai Tidak Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Warga Tertabrak Kereta di Pesing Koneng, Terpental Kencang!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dituding Jadi Selingkuhan Suami Maissy, Ibu Cindy Rizap Tegas Sang Anak Kena Tipu Dokter Riky Febriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Shinta Arsinta Terseret Video Penggrebekan Artis di Kamar 22, Sang Penyanyi Dangdut Bantah Bukan Dirinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Layanan KAI logistik yang dipersiapkan dengan kapasitas lebih besar saat puncak arus mudik. (Dok/KAI)

Masuki Puncak Mudik, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut hingga 400 Ton

13 Maret 2026 | 15:23
Fasilitas ramah anak di Pelabuhan Merak yang diapresiasi Menteri PPPA. (Uri/Bantenraya.com)

Menteri PPPA Sebut Fasilitas Ramah Anak di Pelabuhan Merak Meningkat Saat Arus Mudik

13 Maret 2026 | 15:10
Sidak produk makanan dan minuman di pusat perbelanjaan Kota Cilegon pada Jumat, 13 Maret 2026. (Tia/Bantenraya.com)

Disperindag Kota Cilegon Temukan Susu Kedaluwarsa di Pusat Perbelanjaan

13 Maret 2026 | 14:57
Dosen Universitas Primagraha, Muhamad Wahyudin, M.H., C.DAIMA., C.ACSM., C.NLPTC., C.BMS.

Ramadhan, Perjuangan, dan Kebangkitan Pemuda

13 Maret 2026 | 14:31

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda