BANTENRAYA.COM – Semangat kebersamaan dan nuansa religius mewarnai kegiatan Gema Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh SDIT Bina Bangsa pada 9–11 Maret 2026.
Kegiatan itu menjadi salah satu agenda penting sekolah yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas seremonial semata, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter, penguatan nilai spiritual, serta penumbuhan kepedulian sosial di kalangan para siswa sejak usia dini.
Kepala SDIT Bina Bangsa Ahmad Khoerul Huda mengatakan, Gema Ramadhan tahun ini dirancang sebagai momentum untuk menghidupkan nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat kebersamaan antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
“Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang diikuti oleh seluruh siswa SDIT Bina Bangsa dengan jumlah peserta mencapai 846 siswa,” katanya.
Dalam Gema Ramadhan, lanjut Khoerul, para siswa mengikuti berbagai aktivitas pembinaan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, murojaah hafalan, kajian islami, dongeng ceria bernuansa islami, serta pembuatan proyek islami.
BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2026, ASDP Prediksi 1,5 Juta Pemudik Akan Menyebrang ke Merak
Selain itu, para siswa juga dibiasakan untuk melaksanakan shalat dhuha dan shalat berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter spiritual dan kedisiplinan dalam beribadah.
Khoerul menerangkan, suasana penuh semangat dan kekhusyukan tampak ketika para siswa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Pesantren Ramadhan tidak hanya menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain kegiatan pembinaan spiritual, rangkaian Gema Ramadhan juga diisi dengan kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Perwakilan siswa bersama para guru menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Khoerul, kegiatan santunan tersebut merupakan wujud nyata pembelajaran nilai kemanusiaan bagi para siswa.
BACA JUGA: Sekolah Swasta di Kabupaten Serang Bakal Buka Pelayanan Adminduk
Melalui kegiatan berbagi ini, siswa diajak untuk menumbuhkan empati, memperkuat solidaritas sosial, serta memahami pentingnya berbagi kepada sesama, terutama di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.
Rangkaian kegiatan Gema Ramadhan semakin bermakna dengan dilaksanakannya Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang diikuti secara khusus oleh 132 siswa kelas 4.
Dalam kegiatan ini para siswa mengikuti berbagai aktivitas keagamaan seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, qiyamul lail, tausiyah, kajian islami, nonton bareng kisah inspiratif islami, hingga kegiatan muhasabah diri.
“Suasana malam yang khidmat memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para siswa. Melalui kegiatan MABIT, para siswa dilatih untuk lebih dekat dengan nilai-nilai ibadah, membangun kedisiplinan, serta mempererat kebersamaan dan ukhuwah di antara sesama teman,” paparnya.
Khoerul menjelaskan, kegiatan Gema Ramadhan memiliki makna yang sangat penting dalam proses pendidikan karakter siswa.
BACA JUGA: Sekolah Swasta di Kabupaten Serang Bakal Buka Pelayanan Adminduk
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang kuat.
Dirinya menegaskan, penanaman nilai-nilai religius sejak dini merupakan fondasi penting dalam menjaga spiritualitas bangsa serta membentuk generasi yang berakhlak mulia.
“Melalui kegiatan Gema Ramadhan ini kami ingin menanamkan jiwa religius kepada para siswa. Nilai-nilai keimanan, ibadah, dan kepedulian sosial harus ditanamkan sejak dini agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga spiritualitas bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khoerul menambahkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan akhlak yang baik.
“Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, menjaga adab dan kesopanan, serta memiliki kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas,” tambahnya.
BACA JUGA: Truk Mulai Padati Dermaga Reguler Merak, Hindari Pembatasan Saat Masuk Mudik Lebaran
Khoerul berharap, Gema Ramadhan yang dilaksanakan setiap tahun ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pembentukan karakter siswa.
“Harapannya, Gema Ramadhan ini dapat terus menjadi tradisi pendidikan yang memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para siswa. Semoga melalui kegiatan ini lahir generasi yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Gema Ramadhan, SDIT Bina Bangsa kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual, kepedulian sosial, serta pembentukan karakter sebagai fondasi penting dalam membangun generasi masa depan yang berakhlak dan berdaya saing.***

















