BANTENRAYA.COM – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik, SMP Negeri 2 Kota Cilegon atau Spenda menyelenggarakan kegiatan Kampung Ramadan dengan tema ‘Jelajahi Al Quran, Bersama Raih Keberkahan’.
Kegiatan yang berlangsung mulai Senin-Kamis, 9 – 12 Maret 2026 itu, merupakan bagian dari program Pesantren Ramadan yang dikemas dengan pendekatan literasi dan numerasi, sehingga peserta tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir, membaca, memahami informasi, serta memecahkan masalah secara kreatif.
Kepala Spenda Cilegon Nurhayati mengatakan, konsep Kampung Ramadan dirancang sebagai sebuah pengalaman belajar tematik dan interaktif.
Peserta diajak memasuki suasana sebuah kampung yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang belajar, berinteraksi, dan bertumbuh bersama dalam nilai-nilai Al Quran.
“Selama kegiatan berlangsung, peserta berperan sebagai bagian dari masyarakat kampung yang menjalani berbagai misi dan tantangan edukatif,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.
Nurhayati menjelaskan, secara teknis petualangan peserta akan dipandu dari area lobby yang difungsikan sebagai gerbang utama Kampung Ramadhan.
BACA JUGA: Hadirkan Suasana Ramadan, BPRS CM Lakukan Khataman 30 Juz
“Dari titik awal ini, peserta dipandu untuk memulai perjalanan eksplorasi menuju berbagai kegiatan yang dirancang secara sistematis,” ujarnya.
Setiap kegiatan, lanjut Nurhayati, menghadirkan aktivitas yang mengintegrasikan unsur literasi, numerasi, serta nilai-nilai spiritual Ramadan.
Wakil Kepala Spenda Bidang Kesiswaan Eneng Sumiati menambahkan, rangkaian kegiatan Kampung Ramadhan yang berlangsung selama 4 hari terdiri dari beberapa agenda.
Hari pertama, diawali dengan pengenalan Kampung Ramadhan, di mana peserta diperkenalkan pada konsep kegiatan, aturan kampung, serta pembentukan perangkat masyarakat yang akan menjadi bagian dari identitas kelompok selama kegiatan berlangsung.
“Jadi seperti realita kampung atau desa yang sebenarnya, ada kepala desa, sekretaris desa, ketua RW dan ketua RT. Kampungnya kami sebut Blok 7 untuk kelas 7, blok 8 untuk kelas 8, dan blok 9 untuk kelas 9,” tuturnya.
BACA JUGA: THM di Kota Cilegon Langgar Instruksi Walikota, Tetap Beroprasi Selama Ramadan
Setiap Blok, dijelaskan Eneng, memiliki satu kepala desa dan sekretaris desa yang diperankan oleh guru, dan untuk setiap kelas ada ketua RW serta dibagi menjadi 7 kelas atau kelompok siswa.
“Pada tahap ini, peserta juga mulai memahami peran mereka dalam komunitas serta membangun kerja sama antarkelompok. Setelah itu peserta mengerjakan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) sebagai pemantik untuk hari berikutnya,” ucapnya.
Hari kedua, Eneng menuturkan, kegiatan dilanjutkan dengan Ramadhan Treasure Hunt (Berburu Harta Karun Ramadhan).
Dalam kegiatan ini, peserta harus menyelesaikan teka-teki berupa rangkaian penjumlahan angka yang dipandu dari lobby untuk menemukan petunjuk dan menyelesaikan tantangan yang berkaitan dengan pemahaman Al-Qur’an, nilai-nilai Ramadhan, serta soal-soal literasi dan numerasi.
“Aktivitas ini dirancang untuk melatih kemampuan membaca informasi, berpikir logis, dan bekerja sama dalam tim,” katanya.
BACA JUGA: 7 Pantun Malam Lailatul Qadar Ramadan 2026, Ungkapan Suka Cita dengan Penuh Doa dan Harapan
Untuk hari ketiga, menghadirkan kegiatan Ramadhan Voyage (Penjelajahan Ramadhan) yang mengajak peserta mengikuti petualangan edukatif melalui berbagai tantangan, termasuk memecahkan kode rahasia yang berkaitan dengan pesan-pesan dalam Al-Qur’an.
“Pada hari ketiga ini, peserta juga mengikuti kegiatan keterampilan membuat ketupat bersama, sebagai bentuk pengenalan tradisi budaya sekaligus pembelajaran kolaboratif yang menumbuhkan nilai kebersamaan,” jelasnya.
Hari keempat, diterangkan Eneng, sebagai penutup rangkaian kegiatan melalui aktivitas Sambung Ayat. Di mana peserta diajak untuk melanjutkan potongan ayat-ayat Al-Qur’an secara bergantian.
“Sambung ayat ini bertujuan untuk memperkuat hafalan, meningkatkan pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, serta menumbuhkan kecintaan peserta terhadap kitab suci sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Secara keseluruhan, melalui kegiatan Kampung Ramadhan, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, serta menumbuhkan nilai kebersamaan, kreativitas, dan karakter positif selama menjalani bulan suci Ramadan.***


















