BANTENRAYA.COM – Akses Jalan Panggungrawi di Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, kini bertambah rusak, Selasa, 4 Januari 2021.
Padahal, Pemkot Cilegon telah menjanjikan perbaikan Jalan Panggungrawi idilakukan pada 2021 lalu.
Pantauan Bantenraya.com, kondisi Jalan Panggungrawi yang menghubungkan Pasar Baru Kranggot dengan wilayah Kelurahan Panggungrawi ataupun ke Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon kondisinya rusak parah.
Padahal, jalan tersebut ramai lalu lintas baik kendaraan roda empat maupun roda dua.
Lurah Panggungrawi Mulyadi mengatakan, akses Jalan Panggungrawi saat ini kondisinya masih rusak parah meski panjang jalan yang rusak tidak sampai satu kilometer.
“Saat hujan becek, karena lumpur dan genangannya dalam,” kata Mulyadi.
Baca Juga: Gubernur Banten Cabut Laporan Kasus Buruh Duduki Paksa Ruang Kerjanya
Mulyadi menerangkan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi lama. Banyak warga dan tokoh masyatakat Panggungrawi yang mengeluhkan kerusakan jalan tersebut.
“Perwakilan warga dan tokoh masyarakat pernah saya bawa ke DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang) untuk audiensi, dijanjikannya APBD Perubahan 2021, tapi sampai saat ini belum (diperbaiki),” katanya.
Ia belum mengetahui secara pasti penyebab gagalnya perbaikan Akses Jalan Panggungrawi.
Baca Juga: Gaga Muhammad Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Alasannya karena Sopan dan Masih Muda
Sebab, tidak ada pemberitahuan dari DPUTR Kota Cilegon kepada Kelurahan Panggungrawi.
“Saya belum dikasih tahu sama DPUTR. Jadi saya juga bingung kalau ditanya warga,” tuturnya.
Kepala Bidang Bina Marga pada DPUTR Kota Cilegon Retno Anggraeni mengatakan, akses Jalan Panggungrawi gagal diperbaiki pada 2021. Penyebabnya sendiri karena mengalami gagal lelang proyek.
Baca Juga: Buaya yang Terkam Nelayan Kampung Beuleundung Ditangkap, Dianggap Mahluk Penghuni Sungai Citeluk
“Gagal lelang dua kali dan waktu pelaksanaan yang sudah nggak cukup,” katanya dikonfirmasi Bantenraya.com.
Diketahui, dari data lpse.cilegon.go.id, lelang proyek perbaikan akses Jalan Panggungrawi dibatalkan lantaran tidak ada peserta yang menyampaikan dokuken penawaran. Nilai pagu anggaran Rp1 miliar.
Sementara, untuk harga perkiraan sendiri (HPS) proyek tersebut Rp999 juta. ***

















