BANTENRAYA.COM – Ketua Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten M. Irfan “Koyong” mengakui pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif di Provinsi Banten cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, peningkatan jumlah dan kualitas pelaku ekonomi kreatif belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan sarana pendukung.
“Pelaku kreatif makin banyak dan kompeten. Tapi dukungan space dan venue masih terbatas. Karena itu kolaborasi jadi kebutuhan utama,” kata Koyong, Sabtu 14 Februari 2026.
BACA JUGA: Buat PSM Makassar Keok, Dewa United Menyodok ke 10 Besar
Dia menegaskan Fekraf akan berperan sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus jembatan komunikasi antara pelaku kreatif dengan pemerintah dan legislatif.
“Kami ingin jadi wadah diskusi dan kolaborasi. Ekraf tidak bisa maju tanpa sinergi,” ujarnya.
Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim menegaskan komitmen mendorong sektor ekonomi kreatif di Provinsi Banten naik kelas melalui sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, komunitas, dunia usaha, akademisi hingga media.
BACA JUGA: Spoiler Drakor Positively Yours Episode 9 Sub Indo: Usaha Du Jun Melindungi Hui Won
Fahmi Hakim menyebut sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah.
Namun, menurutnya, potensi tersebut belum optimal karena masih membutuhkan dukungan kebijakan dan penguatan ekosistem.
“Potensi ekonomi kreatif ini besar. Perlu dukungan regulasi, program, dan penguatan ekosistem agar pelaku bisa berkembang lebih cepat,” kata Fahmi.
Dia menambahkan, DPRD Banten terbuka terhadap berbagai masukan dari komunitas kreatif, terutama terkait kebutuhan fasilitas penunjang seperti ruang kegiatan dan creative hub.
“Kami siap menampung aspirasi pelaku. Kebutuhan fasilitas dan ruang kreatif menjadi catatan penting,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti menilai pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan secara sektoral atau berjalan sendiri-sendiri.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Harus berkolaborasi dan bersinergi seluruh elemen, baik pemerintah pusat, provinsi, dunia usaha, komunitas, media, akademisi, dan lainnya,” kata Eli. ***











