BANTENRAYA.COM- Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Sinergi Bersama, Kebonratu, Kecamatan Lebak Wangi mulai panen telur ayam setelah dua bulan memulai usaha.
Kandang ayam petelur itu mulai dibangun sejak Juli 2025 dan usaha dimulai sejak 24 Desember 2025 hingga saat ini sudah mulai dinikmati hasilnya.
Kepala Desa kebonratu Ahmad Guruh Tajul Arasy mengatakan, dari jumlah 500 ekor ayam petelur terdapat 20 persen ayam yang sudah mengeluarkan telur setiap harinya.
“Ada 500 ekor, tapi yang baru bertelur hanya 20 persen saja. Usaha ini kita mulai sejak 24 Desember 2025 yang lalu,” ujarnya, Kamis 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, walaupun panen telur ayam masih rendah namun telur ayam yang dihasilkan berpotensi semakin meningkat pesat pada bulan Ramadhan.
BACA JUGA: Jumlahnya Ada Ratusan, BPJS Ketenagakerjaan Incar SPPG se-Banten Tercover Jamsostek
“Dulunya bisa sampai 67 butir telur kemudian kemarin 70 sampai 75 butir, hari ini 80 butir telur. Kemungkinan puncak panennya itu itu di bulan Ramadan,” katanya.
Guruh menuturkan, walaupun telur yang dihasilkan belum maksiman namun permintaan pasar justru sangat tinggi sehingga telur yang dihasilkan belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.
“Dengan 500 ekor ayam itu cukup untuk kebutuhan warung yang ada di Desa Kebonratu. Bahkan ada yang sudah pesen juga dari desa lain,” jelasnya.
Direktur BUMDes Sinergi Bersama Guntur mengatakan, budidaya ayam petelur tersebut mendukung salah satu program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Ayam petelur ini sangat sejalan dengan program pemerintah yang menginginkan swasembada pangan yang dimulai dari tingkat desa,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkab Serang Mulai Hitung Gaji Guru PPPK Paruh Waktu, Tim TPAD Minta Tenggat 1 Bulan
Pihaknya berharap, usaha ayam petelur tersebut bisa berjalan secara konsisten dan berkembang untuk mencukupi kebutuhan telur di desa.
“Adanya ayam petelur di desa ini membuat masyarakat mudah mendapatkan protein. Sehingga tidak perlu jauh-jauh untuk membeli telur,” katanya.***











