BANTENRAYA.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan total pendapatan negara sepanjang tahun 2021 yang tembus Rp2.003,1 triliun.
Dikatakan Sri Mulyani, realisasi pendapatan negara tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah yakni senilai Rp1.743,6 triliun.
“Sampai dengan 31 Desember, pendapatan negara mencapai Rp2.003,1 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers realisasi APBN 2021 pada Senin 3 Januari 2022.
Baca Juga: Sule Datang Menjenguk, Dorce Gamalam: Mohon Maaf Ini Siapa Ya?
“Dengan asumsi yang mengalami deviasi ini, kita lihat APBN kita realisasinya yang sangat positif,” imbuhnya.
Bendahara negara ini menjelaskan pendapatan negara tersebut telah melebihi target tahun 2019, saat Indonesia belum terpapar virus korona saat itu pendapatan negara hanya mencapai Rp1.960 triliun.
Namun pada tahun 2020 mengalami penurunan karena terdampak pandemi menjadi Rp1.647 triliun. Mengalami kontraksi hingga 16 persen terhadap capaian di tahun 2019.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Jennifer Eve, Pemeran Arumni dalam Sinetron Istri Kedua, Nomor 2 Bikin Mata Melotot
Sehingga secara umum, pertumbuhan pendapatan negara di tahun 2021 mengalami peningkatan 21,6 persen.
“Ini adalah suatu recovery dan rebound yang sangat kuat. Tahun ini masih ada pandemi yang memukul dengan Delta dan Omicron, namun kita masih bisa tumbuh di 21,6 (persen),” kata Sri Mulyani.
Ia memaparkan, realisasi sementara penerimaan panjak telah mencapai Rp1.277,5 triliun atau 103,9 persen dari target APBN 2012 yang sebesar Rp1.229,6 triliun.
Baca Juga: Gubernur Banten Cabut Laporan Kasus Buruh Duduki Paksa Ruang Kerjanya
Capaian ini tumbuh 19,2 persen dari penerima pajak tahun 2020 lalu yang sebesar Rp1.072,1 triliun akibat terpukul pandemi Covid-19.
“Jadi penerimanaan pajak kita Rp47,9 triliun lebih tinggi dari target APBN,” katanya.
Sementara, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp289 triliun atau 125,1 persen dan target yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar 215 triliun.
Baca Juga: Usai Kepergok Ciuman dengan Ayu Aulia, Zikry Daulay Ucapkan ini, Netizen: Jejak Digital Ngeri
“Tahun lalu penerimaan bea dan cukai mencapai Rp213 triliun dan relatif stabil, tapi tetap sedikit kontraktif, terutama untuk bea masuk dan keluarnya. Jadi kalau sekarang tumbuh 26,3 persen, itu adalah suatu recovery yang luar biasa,” kata ia.
Di sisi lain penerimaan negara bukan pajak (PNBP) telah mencapai Rp452 triliun atau 151,6 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp298,2 triliun.
Realisasi ini tumbuh 31,5 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp343,8 triliun.
Baca Juga: Terekam CCTV! Pelajar SMP di Kabupaten Serang Disekap dan Dicabuli, Kemudian Ditinggal di Pemakaman
“Jadi ini recovery-nya sudah jauh melebihi kontraksi tahun lalu. Jangan lupa tahun ini kita masih ada Covid dan capaian ini juga lebih tinggi dan tahun 2019 pre-Covid level,” ujarnya.
Kinerja APBN 2021 yang semakin baik menjadi sinyal positif berlanjutnya pemulihan ekonomi yang semakin kuat di tahun 2022. ***



















