BANTENRAYA.COM – Pengangguran di Kota Cilegon hingga saat ini masih menjadi yang tertinggi kedua di Banten yaitu mencapai angka 12,69 persen.
Data pengangguran tersebut berdasatkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020.
Padahal Cilegon merupakan Kota Industri yang seharusnya bisa menyerap banyak tenaga kerja. Ada apa sebenarnya sehingga pengangguran di Kota Cilegon?
Baca Juga: Preview dan Link Live Streaming Borneo FC vs Persik Kediri Jumat 10 September 2021 Pukul 18.15 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Nurottul Uyun mengungkapkan, keberadaan industri yang jumlahnya mencapai 100 industri seharusnya bisa mengatasi masalah pengangguran di Kota Cilegon.
“Cilegon ini masyarakatnya hanya sekitar 400 ribuan tapi sangat disayangkan keberadaan 100 lebih industri yang hampir semua merupakan industri padat modal tidak mampu dimanfaatkan secara optimal dari sisi penyerapan tenaga kerja,” katanya saat menjadi pembicara pada Webinar Politeknik PGRI Banten, Selasa, 7 September 2021.
Penyebabnya, lanjut Uyun, industri tersebut membutuhkan tenaga kerja ahli yang profesional dengan kemampuan yang tinggi sesuai bidang yang dibutuhkan industri.
Baca Juga: Waduh! Di 2026 Nanti Petani Bakal Hilang dari Banten
“Saat ini di Kota Cilegon masih banyak warganya yang hanya lulusan SMA sederajat bahkan SMP. Tentu saja itu tidak bisa terakomodir sesuai apa yang dibutuhkan oleh industri,” ujar politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Untuk itu, dalam webinar yang mengangkat tema Quantum of Change, Uyun menyoroti pentingnya strata pendidikan tinggi sesuai kualifikasi yang menjadi kebutuhan industri.
“Menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi yang sesuai kebutuhan industri menjadi penting sebagai salah satu solusi,” ucapnya.
Baca Juga: Malaysia dan Brunei Darussalam Gunakan Aksara Pegon di Fasilitas Umum
Namun demikian, Uyun berharap agar kompetensi dasar sumber daya manusia (SDM) yang sesuai kebutuhan industri sudah dikuatkan di lingkungan sekolah.
“Kalau memungkinkan nanti bisa diadakan kurikulum sekolah yang sesuai dengan kebutuhan industri misalnya pembelajaran tentang industri yang dikemas dalam muatan lokal,” jelasnya.
Selain itu, bagi yang telah dan sedang menempuh perguruan tinggi, Uyun meminta agar para mahasiswa sudah menyiapkan mental dan mempelajari lebih banyak terkait informasi seputar dunia industri.
Baca Juga: Malaysia dan Brunei Darussalam Gunakan Aksara Pegon di Fasilitas Umum
“Bagi para mahasiswa, remaja dan para pemuda, khususnya mahasiswa politeknik yang mengikuti webinar,” ujarnya.
“Yang paling penting harus punya kemauan untuk membuat perencanaan dalam diri sendiri, merubah diri untuk maju dan sukses tanpa batas. Kesuksesan itu tidak bisa diraih secara tiba-tiba karena perlu perjuangan dan ilmu yang mumpuni,” katanya.
“Jangan pernah merasa kita tidak mampu. Insya Allah dengan kesabaran, kontinyuitas, semua jalan akan terbuka dan kita akan menemukan kesuksesan,” tuturnya.
Baca Juga: Ikuti 37 Cabor, Banten Optimis Masuk 10 Besar di PON Papua 2021
Uyun menyatakan, peluang mahasiswa kelak ketika lulus untuk kemudian menjadi bagian dari industri sangat terbuka lebar.
Tinggal bagaimana para mahasiswa bisa mengasah kompetensi diri, melihat celah dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri sehingga mampu menyiapkan dirinya agar memenuhi kualifikasi tersebut dan bisa bersaing dengan yang lain.
Uyun meminta agar pemerintah ikut berperan, salah satunya dengan mendorong dinas tenaga kerja untuk berupaya agar rekruitmen tenaga kerja selalu terkonfirmasi sehingga informasinya bisa sampai secara masif kepada masyarakat.
Baca Juga: Sindir Rencana 3 Periode Presiden Jokowi, Demokrat Kota Serang: Lanjutkan Kesengsaraan Rakyat
Dengan begitu diharapkan bisa diketahui berapa sesungguhnya estimasi kebutuhan tenaga kerja yang ada di industri tersebut sehingga pemerintah bisa merencanakan pelatihan apa yang bisa dipersiapkan agar kebutuhan tenaga kerja itu bisa dipenuhi oleh masyarakat Cilegon.
“Outputnya adalah adanya kompetensi yang dibutuhkan oleh industri yang disertai dengan sertifikat kemampuan pribadi dari dinas tenaga kerja untuk bekal tambahan bagi para peserta pelatihan,” tutur wanita yang juga mengajar di Politeknik PGRI Banten ini.
Pemerintah Luncurkan Program Kuliah Gratis
Ditempat dan waktu yang berbeda, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, pemerintah berupaya mengurangi tingkat pengangguran di Kota Cilegon dengan cara meningkatkan kualifikasi pendidikan bagi masyarakat Cilegon khususnya bagi masyarakat tidak mampu dengan meluncurkan program kuliah gratis.
Baca Juga: Banten Masuk Masa Transisi Musim Hujan, Waspada Potensi Hujan Es
“Program ini (kuliah gratis) dikhususkan bagi masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Kami telah bekerjasama dengan empat perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,” ungkapnya.
“Nanti bagi yang lulus persyaratan dan seleksi, biaya kuliah akan ditanggung pemerintah selama 8 semester,” katanya saat menghadiri acara sinkronisasi program Bangga Kencana di Kantor Kecamatan Cibeber, Kamis, 9 September 2021.
Helldy berharap, dengan adanya program kuliah gratis mampu memotivasi masyarakat agar bisa bersaing menjadi bagian dari industri.
Baca Juga: Sepekan Jabatan Camat Purwakarta Kosong, Pegawai Kecamatan Kebingungan Tunjangan Tak Bisa Dicairkan
“Cilegon ini terkenal dengan kota industri. Jangan sampai putera daerah hanya menjadi penonton karena tidak bisa ikut berperan dalam industri. Tidak mampu masuk dalam jajaran manajemen. Jangan sampai terus menerus seperti ini,” katanya.
“Kalau bisa kami ingin putera daerah mengisi jabatan direksi dalam industri. Jangan hanya di tingkat operator saja, sekuriti saja atau hanya bekerja sebagai office boy. Sangat disayangkan,” tambahnya.
“Apalagi hanya jadi pengangguran karena tidak bisa bersaing di dunia industri. Semoga harapan kita semua terwujud. aamiin,” ujarnya. ***

















