BANTENRAYA.COM – Dermaga di Pelabuhan Merak sudah dipadati pemudik pejalan kaki pada Kamis, 12 MAret 2026.
Para pemudik memilih pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan dan bisa pulang dengan durasi waktu normal.
Puncak mudik sendiri diprediksi akan terjadi dua kali yakni pada 14 dan 15 Maret saat Work From Anywhere atau WFA dilakukan, serta 17 dan 18 saat cuti mudik diberlakukan.
Sinta salah satu pemudik pejalan kaki menyatakan, memilih mudik ke kampung halaman di Sumatera lebih awal.
Hal itu ia pilih untuk menghindari lamanya di perjalanan.
BACA JUGA: Polres Cilegon Siagakan 1.000 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026
“Perjalanan sekarang masih lancar meski sudah padat. Ini bisa menghemat Waktu seharian ketimbang pulang saat puncak dan libur nanti,” katanya, Kamis 12 Maret 2026.
Sinta menyatakan, memilih libur cuti lebih awal agar perjalanan bisa normal.
“Sekarang masih normal. tapi kalau besok kayaknya sudah mulai padat,” ucapnya.
Direktur Eksekutif Regional II PT ASDP Indonesia Ferry Vidon mengungkapkan, puncak mudik akan terjadi dua kali pada periode lebaran 2026.
“Awal puncak itu pada 14 dan 15 Maret karena WFA, dan nanti pada 17 dan 18 karena sudah masuk cuti lebaran,” ungkapnya.
BACA JUGA: Bahayakan Pemudik, Komisi V DPR-RI Soroti Jalan Tol Tamer Rusak
Dalam puncak mudik, jelas Vidon, diprediksi akan ada 46 ribu kendaraan pribadi yang menyeberang, sehingga sejumlah bufferzone di Pelabuhan Merak yang mampu memuat 7 ribu kendaraan disiapkan, termasuk juga bufferzone Jalan Cikuasa Atas dan KM 43 dan 68 juga disiapkan untuk Perlambatan arus.
“Perlambatan arus dan delaying system disiapkan untuk puncak mudik. Ini untuk menghindari adanya penumpukan di dermaga,” pungkasnya.***
















