BANTENRAYA.COM – Sebanyak 80 kapal disiapkan bagi pemudik dari Jawa ke Sumatera.
80 kapal tersebut akan terbagi di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara dan juga Krakatau Bandar Samudera (KBS).
Kapal-kapal tersebut dipastikan sudah dilakukan pemeriksaan dari petugas dan siap melayani pemudik dari Jawa ke Sumatera.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Mashud menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan puluhan kapal yang akan dioperasikan di sejumlah pelabuhan penyeberangan di wilayah Banten dan Lampung.
“Rencana akan dioperasikan armada kapal sejumlah 80 kapal, ini untuk seluruh yang dioperasikan di Merak, di Banten, baik di Merak, kemudian di Ciwandan, KBS, Bandar Bakau Jaya dan sekitarnya,” ucapnya saat acara kunjungan kerja DPR-RI Komisi V di Pelabuhan Merak, Kamis 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, seluruh kapal yang akan dioperasikan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan atau ramp check guna memastikan keselamatan pelayaran selama masa angkutan mudik.
BACA JUGA: Tenggelam di Perairan Puloampel, ABK Kapal Ditemukan Meningal Dunia
“Dari keseluruhan sudah kami ramp check, 68 di Banten dan sisanya 12 di Bakauheni,” katanya.
Sebelumnya, Komisi V DPR-RI menyorot tajam kondisi Jalan Tol Tangerang – Merak yang rusak parah.
Rusaknya ruas jalan tol tersebut dinilai membahayakan dan mengacam nyawa para pengendara terutama pemudik.
Tol Tangerang Merak sendiri menjadi salah satu akses mudik dari Pulau Jawa menuju ke Sumatera menuju Pelabuhan Merak.
Pada masa mudik, Tol Tamer menjadi penyangga bagi pemudik dan juga logistik menyeberang ke Sumatera.
Atas dasar itu, Komisi V mendesak perbaikan harus dilakukan secepatnya. Bila diperlukan dalam waktu satu hari semuanya sudah selesai.
BACA JUGA: 81 Kapal Layani Arus Mudik Jawa Sumatera di 4 Pelabuhan, Tiket Eksekutif Dihapuskan
“Ini pertaruhan nyawa pemudik. Maka kami akan kawal, kami minta besok kelayakan jalan tol sudah bisa dibenahi. Mudah-mudahan sesuai janji Pak Menteri kemarin, besok itu semua sudah selesai, kan tanggal 13 semua sudah selesai,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Robert Rouw saat kunjungan kerja komisi ke Pelabuhan Merak.
Disisi lain, Robert juga menyampaikan aturan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026 harus dibuat fleksibel.
Jika ada kondisi yang padat maka diambil langkah oengalihan. Termasuk di Pelabuhan Merak jika truk di wilayah lain sudah penuh maka harus dialihkan.
“Yah harus bisa disesuaikan. Jangan sampai kaku. Ini tentu harus menjadi solusi, jadi SKB itu tidak boleh kaku,” jelasnya.
Robert juga menegaskan, pihaknya menyoroti adanya potensi banjir atau genangan air yang masih terjadi di beberapa titik ruas tol. Hal itu harus ditangani dengan segera.
“Penanganan ancaman genangan air atau banjir; kita tahu bahwa kemarin di kilometer 50 masih terjadi banjir,” tegasnya.***















