BANTENRAYA.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan akan meresmikan Pulau Lima yang berada di Kota Serang sebagai destinasi wisata baru yang bisa dinikmati masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru.
Diketahui, Pulau Lima yang berada tak jauh dari Pelabuhan Karangantu itu saat ini tengah dipoles dengan fasilitas penginapan dan konsep wisata keluarga yang lebih matang.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan, Pulau Lima memiliki lokasi strategis dengan akses yang sangat dekat, sehingga wisatawan tidak perlu menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke pulau tersebut.
“Sebentar lagi kita akan resmikan Pulau Lima. Nah, Pulau Lima ini aksesnya lebih dekat dari Karangantu, cuma beberapa menit,” kata Andra, Jumat (21/11/2025).
Andra menjelaskan bahwa, konsep pengembangan Pulau Lima dirancang sebagai destinasi wisata yang family friendly sekaligus memanfaatkan kedekatannya dengan kawasan sejarah Kesultanan Banten. Dengan begitu, kata Andra, wisatawan bisa menggabungkan wisata alam, religi, dan sejarah dalam satu kunjungan.
BACA JUGA : Empat Pulau di Kabupaten Serang Berportensi Jadi Wisata Unggulan
Ia juga menegaskan bahwa, target peresmian ditetapkan pada 30 November agar Pulau Lima bisa langsung dimanfaatkan saat puncak musim liburan akhir tahun.
“Persiapannya sudah dilakukan dari jauh-jauh hari. Saya sendiri penasaran ingin segera ke sana,” katanya.
Andra menuturkan, akses menuju ke Pulau Lima pun kini dibuat semakin mudah, termasuk bagi backpacker. Wisatawan dari Jakarta, kata Andra, bisa naik kereta jurusan Rangkasbitung–Merak dan turun di Stasiun Karangantu sebelum melanjutkan perjalanan singkat menuju titik penyeberangan.
“Orang yang dari Jakarta itu bisa naik kereta. Turun di stasiun yang dekat situ, stasiun Karangantu,” ujarnya.
Lebih lanjut Andra menyampaikan, selain pembangunan fisik, Pemprov Banten juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengembangkan wisata daerah. Ia berharap, warga sekitar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan langsung sebagai bagian dari ekosistem pariwisata.
“Kalau saya fokusnya lebih kepada hospitality, keramahannya, tanggung jawabnya, dan bagaimana masyarakat tidak hanya menjadi objek, tapi subjek pariwisata. Saya berharap masyarakat Banten, terutama di wilayah destinasi wisata, semakin sadar wisata,” jelaanya.(***)















