BANTENRAYA.COM – Omzet para pedagang di Mal of Serang (MOS) Kota Serang menurun drastis. Penurunan omzet tersebut dampak dilarangnya anak-anak masuk kedalam mal.
Belum lagi mulai sekarang pemerintah mulai memberlakukan penggunaan aplikasi barcode peduli lindungi bagi setiap customer (pelanggan) yang hendak berkunjung ke pusat perbelanjaan seperti mal. Alhasil kondisi tersebut membuat mal sepi pengunjung, dan mulai dirasakan dampaknya baik oleh pedagang.
Salah seorang karyawan tenan toko pakaian anak-anak Angela di lantai 2 MOS, Risnawati mengatakan, sejak tokonya mulai dioperasikan kembali pada Agustus 2021 ini, customer yang datang ke tokonya untuk membeli dagangannya mengalami penurunan cukup drastis.
Baca Juga: Sudah Kelar, Rektor Untirta Evaluasi Pelaksanaan PMB 2021
“Kadang sehari cuma satu orang yang beli dapat Rp100 ribu. Kemarin-kemarin bisa dapat Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. Kadang sampe gak ada yang beli,” keluh Risnawati kepada Bantenraya.com, Jumat 17 September 2021.
Ia mengungkapkan, lantaran pendapatan per harinya terus-terusan menurun, dirinya pun kehilangan pemasukan harian.
“Kalau gini terus kan gak ada pemasukan, sementara bayar sewa tetap jalan terus,” ungkap dia, tanpa menyebutkan nominal bayar sewa lapaknya.
Baca Juga: Mantap, 15 Anak Kelompok Penyanyi Jalanan Dapat Beasiswa Kuliah di UPG Serang
Perempuan asal ‘Kota Badak’ Pandeglang ini menyebutkan, penyebab pendapatannya menurun lantaran masih adanya pembatasan usia pengunjung, mengingat masih diberlakukannya PPKM di Kota Serang.
“Sekarang kan aturannya customer harus divaksin kalau mau masuk ke MOS. Terus anak-anak di bawah 12 tahun dilarang masuk, jadinya sepi. Sedangkan saya kan jualan pakaian anak-anak. Tuh Timezone juga masih tutup sampai sekarang,” ucap perempuan berkerudung ini seraya menunjuk ke arah Timezone.
Risnawati menuturkan, Toko Angela Cabang di MOS khusus menjual pakaian anak-anak. “Tiga potong harganya cuma Rp 100 ribu,” sebutnya.
Baca Juga: Ingin Tahu Tarif Kapal Penyeberangan Terbaru di Pelabuhan Merak-Bakauheni? Klik Aja di Sini
Risnawati berharap Kota Serang segera berubah menjadi zona hijau, dengan begitu pemulihan ekonomi masyarakat segera pulih.
“Semoga PPKM cepat selesai gak ada level lagi. Bisa jualan lancar kan kita juga pengen ada pemasukan,” harap perempuan berparas cantik ini. ***

















