BANTENRAYA.COM – Pengurus Wilayah Bidang Safari Lirboyo Banten Masa Khidmah 2026 dengan bangga mempersembahkan Lomba Ilmiah Santri, Senin (9/3).
Pelaksanaan lomba berlangsung di Mushola Nurul Ulum dan MIS Mathlaul Anwar Kampung Bangko Cigeulap, Desa Sahu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan manifestasi dari kurikulum pesantren yang menyentuh aspek lisan, hafalan, hingga praktik ibadah harian.
Kegiatan Lomba Ilmiah Santri dipimpin oleh Pengurus Wilayah Bidang Safari Lirboyo Banten, Ketua M Bisri, Sekretaris Rizki Pahlevi, dan Anggotanya yakni M Maula Alfa Al Huda, Maulana Hidayat, Solahuddin, Adi Wahyudi, dan Fajar Maulana Ramadhan.
Tema lomba Mencetak Generasi Beradab, Berilmu, dan Berjiwa Santri di Tanah Jawara. Dengan harapan dapat mencetak generasi santri di Kabupaten Pandeglang.
“Melalui Lomba Ilmiah ini, Safari Lirboyo Banten berkomitmen untuk terus menghidupkan syiar pesantren di tengah masyarakat, mempererat ukhuwah, dan melahirkan kader-kader yang siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan Negeri,” kata M Maula Alfa Al Huda.
BACA JUGA : Satlantas Polres Pandeglang Gelar Rampcheck Bus
Berikut adalah lima cabang utama yang menjadi medan juang para santri:
1. Cabang Pildacil (Pemilihan Dai Cilik):
Menjadi panggung bagi orator muda untuk mensyiarkan nilai-nilai keislaman dengan retorika yang memikat dan akhlakul karimah, melatih mentalitas pemimpin di masa depan.
2. Cabang Adzan:
Gema suara merdu yang memanggil jiwa-jiwa untuk bersujud. Lomba ini menekankan pada ketepatan makharijul huruf dan keindahan nada (lagu) sebagai bentuk penghormatan terhadap panggilan Allah SWT.
3. Cabang Cerdas Cermat Islam:
Ajang adu ketajaman intelektual dan keluasan wawasan. Di sini, pemahaman santri kilat safari ramadhan terhadap khazanah keilmuan Islam, sejarah, dan fikih diuji secara cepat, tepat, dan tangkas.
4. Cabang Hifdzu Juz ‘Amma:
Menjaga kemurnian kalamullah melalui hafalan. Cabang ini menjadi tolok ukur kedekatan santri dengan Al-Qur’an, menitikberatkan pada kefasihan (tajwid) dan kelancaran hafalan juz ke-30.
BACA JUGA : Update Peringatan Dini Cuaca di Pandeglang, Waspada Hujan Angin
5. Cabang Praktek Tayammum:
Fiqih dalam gerakan. Lomba ini memastikan setiap santri tidak hanya memahami teori secara tekstual, namun mampu mempraktikkan tata cara bersuci dalam kondisi darurat sesuai dengan standar keilmuan salafus shalih. (***)















