BANTENRAYA.COM – Sejumlah titik wilayah dan jalan akan jadi bufferzone saat puncak mudik lebaran 2026. Adanya bufferzone tersebut untuk mengurai dan melakukan pelambatan arus saat mudik, sehingga tidak ada penumpukan di dermaga penyeberangan.
Untuk penyeberangan mudik lebaran 2026 dari Jawa ke Sumatera melalui jalur laut, akan disiapkan sebanyak 3 pelabuhan utama yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara, serta pelabuhan penyangga jika terjadi kepadatan yakni Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (KBS).
Di Pelabuhan Merak sendiri sudah disiapkan area parkir atau bufferzone untuk 7 ribu kendaraan pribadi yang akan melintas. Untuk tambahan disiapkan dermaga Indah Kiat sebagai bufferzone dengan kapasitas 2 ribu kendaraan.
Lalu di Pelabuhan Ciwandan menyediakan 4 buffer area di lapangan penumpukan E menampung 200 truk, lapangan penumpukan B menampung 400 motor, dan lapangan penumpukan C dapat menampung untuk 2.500 unit motor.
Tersedia juga area khusus lapangan penumpukan 001 dan 005 sebagai buffer untuk 150 truk atau 1.500 motor.
Sementara, BBJ Bojonegara memiliki kapasitas sebanyak 1.750 kendaraan truk.
BACA JUGA : Warga Cilegon Antusias Daftar Mudik Gratis, Ada 1.986 Orang Mendaftar Hari Pertama
Jika bufferzone dermaga melampaui kapasitas, maka disiapkan Jalan Cikuasa Atas sepanjang kurang lebih 5 KM untuk pelambatan arus atau delaying system.
Serta Jalan Lingkar Selatan (JLS) untuk truk jika terjadi peumpukan kendaraan di Pelabuhan Pelindo dan juga KBS.
Tidak hanya dua jalan tersebut, proses pelambatan arus juga akan di lakukan dengan menggunakan rest area tol KM 43 dan 68.
Puncak mudik sendiri diprediksi akan terjadi dua kali yakni pada 14 dan 15 Marer karena adanya Work From Anyware dan 17 sampai 18 Maret karena sudah ada cuti bersama.
Direktur Eksekutif Regional II PT ASDP Indonesia Ferry Vidon menjelaskan, untuk delaying system sejumlah tempat disiapka selaib lokasi dermaga masing-masing pelabuhan, juga disipakan jalan dan rest area.
“Akan ada pengaturan pelambatan arus. Kepolisian akan menentukan hijau, kuning dan merah arus lalu lintas, jika merah maka sejumlah jalan seperti Cikuasa atas akan digunakan menjadi bufferzone,” katanya, Senin 9 Maret 2026.
Vidon menyampaikan, pihaknya akan terus berkoordinasi terkait dengan situasi arus mudik dengan seluruh stake holder, sehingga pementuan pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan cepat. Termasuk jika nanti adanya cuaca buruk dengan kontingensi plan.
BACA JUGA : Polres Pandeglang Siap Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran
“Akan ada koordinasi dengan KSOP soal bagaimana jika nanti ada cuaca buruk. Sebab, kami tentu harus mengedepankan keselamatan bagi pemumpang dan pengguna jasa,” ujarnya.
Ia menyatakan, pada puncak mudik nanti diprediksi akan 46 ribu kendaraan yang menyeberang. Hal itu tentu membutuhkan kerjasama dari semua pihak, termasuk juga para pemudik dalam menentukan keberangkatan.
“Semua pasti keinginnnya perjalanan malam. Ini tentu harus menjadi perhatian juga kepada para pemudik. Termasuk juga kami operator akan siap jika nantinya ada diskresi dari kepolisian soal penentuan arus,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Umar Imran, skema yang disiapkan lainnya juga adalah mengantisipasi adanya potensi cuaca buruk. Dimana, ada kontingensi plan yang disiapkan mengahdapinya.
“Prinsipnya kami akan koordinasi dengan KSOP jika nantinya ada kondisi cuaca buruk. Keselamatan tentu menjadi hal yang paling utama bagi para pemudik,” ujarnya.
BACA JUGA : Jelang Mudik 2026, Tol Merak-Jakarta Penuh Lubang
Umar menyatakan, pihaknya juga tengah membenahi infrastuktur untuk bufferzone dengan betonisasi dan menambal sejumlah dermaga yang jalannya rusak. Termasuk gangway untuk pejalan kaki.
“Infrastruktur terus dibenahi dan kami berharap ini bisa rampung sebelhm masa mudik yakni H-7,” jelasnya. (***)















