Sabtu, 14 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Sabtu, 14 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Hal Ihwal Desain Kesejahteraan Publik

M Hilman Fikri Oleh: M Hilman Fikri
20 Juli 2022 | 06:17
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Riswanda PhD. Dokumentasi pribadi.

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Oleh: Riswanda

Rentetan penetrasi kebijakan bergulir penanda upaya hadirnya pemerintah di tengah himpitan ragam urusan kesejahteraan.

Riswanda (2021) berargumen, menaksir intervensi sosial sepatutnya menjadi pijakan uluran tangan kebijakan selaku pemecah masalah-masalah publik.

BACAJUGA:

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49

Bahasan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak, beriring penghapusan beberapa regulasi yang dianggap problematis.

Baru saja Kementerian Sosial menghapuskan izin penyelenggaraan pengumpulan uang dan barang Yayasan Aksi Cepat Tanggap salah satunya.

Terlepas pro dan kontra yang mempertanyakan apakah gerak cepat kebijakan dua inisiasi terbilang tergesa-gesa atau justru dinilai terlambat, tolak ukur caritas kental mewarnai kebijakan sosial Nusantara.

Padahal, tersirat jelas dalam Wellbeing, Mindfulness and the Global Commons (McIntyre-Mills 2010), Kita diingatkan untuk berpijak pada pemikiran sejauh mana kecakapan desain kebijakan menumbuhkan kualitas ketahanan sosial.

Bagaimana insan Nusantara terjaga dan sadar akan lingkungan sekitar dalam artian sebenarnya, merupakan penanda cakap kebijakan. Keberlanjutan program berorientasi masa depan menjadi catatan penting.

Menukil Statistik Kesejahteraan Rakyat (BPS 2021), terhitung Maret tahun lalu, setiap 100 orang Indonesia berusia produktif (15-64 tahun) memiliki tanggungan 46 orang dalam rentang usia tidak produktif, yaitu 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas.

Beban negara memastikan terciptanya lapangan kerja, ditambah darma 40,47 persen penduduk yang mencatatkan keluhan kesehatan serta memerlukan rawat jalan.

Sebagai kupasan, terdata 30 November 2021 saja, angka peserta JKN-KIS mencapai 229.514.068 jiwa (BPJS Kesehatan 2021). Dan masih banyak lagi ragam penanda capaian kesejahteraan rakyat yang laik mendapatkan pendalaman kajian, diantaranya angka partisipasi sekolah dan angka melek huruf, kondisi tempat tinggal, akses internet dalam pemanfaatan teknologi informasi dan seterusnya.

Refleksi kritis mengait seberapa tepat karakter bantuan atau program pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat, tentu jitu mendapat sorotan. Artinya, jangan samoai baseline data sosial-ekonomi masyarakat menjadi sekadar orkestrasi pilihan politik dan bukan sarana edukatif bagi masyarakat.

Kampung tematik, misalnya, mungkin dapat disusul keberlanjutannya dengan kelurahan tematik, jika perlu RT/RW tematik wajib dikembangkan dari hanya sekadar slogan menarik disertai dengan baliho menampilkan wajah figur tokoh publik.

Diperlukan pendekatan multi-disiplin dengan melebarkan batas pakem tradisional dalam mendefinisikan pembangunan (manusia) sebagai tekanan indikator kesejahteraan.

Eksposur media bertutur pertolongan cepat berdasarkan viralisasi jejaring sosial terhadap kaum miskin yang hidup di jalanan merupakan satu langkah maju. Hanya saja, perlu diingat bahwa caritas ekslusif liputan saja sulit menjamin alur berkesinambungan pada intervensi kebijakan sosial.

Narasi ekslusif Sorotan Riswanda (2022) bertema Bagaimana Kehadiran Pemerintah Dalam Mengentaskan Kemiskinan? menghadirkan penggiat sosial, sekaligus teknokrat dan akademisi dengan pengalaman professional di sepuluh kedinasan OPD, memberi makna pengingat bahwa nalar kritis mutlak menilai program sosial-kesejahteraan.

Penelitian terkait telaah kritis implementasi program-program rehabilitasi sosial penanganan gepeng oleh Dinas Sosial Kota melalui perda tertentu misalnya, cukup mudah ditemukan di mesin pencari repository perpustakaan kampus.  Apakah program sejenis pencegahan, penanggulangan dan pemberantasan penyakit masyarakat juga sudah menyerap hasil konsepsi realitas seperti keberadaan kampung pengemis? Sebagian realitas bahkan terliput secara jurnalistik oleh Kompas TV (2015, 2016) dan CNN (2016).

Hasil bahasan RUU KUHP tentang hukuman bagi orang tua yang memanfaatkan anak untuk mengemis dengan pidana maksimal empat tahun (pasal 428 draf final) cukup penting terserap dalam pertimbangan program-program KS. Bukankah bukan hanya subsisdi BMM yang harus tepat sasar? Invididu yang terbukti menampung anak untuk dimanfaatkan mengemis atau menggelandang sewajarnya diganjar hukuman sama.

Termasuk denda menggelandang di ruang publik (pasal 429).  Solusi klasik bertagar ‘pembinaan’ tampaknya jenuh menyisir ragam kegiatan ketahanan sosial. Mekanisme berbasis pendalaman kajian tematik barangkali dapat menjadi penyegaran program di aras akselerasi program kesejahteraan terhadap ketidakpastian situasi sosial-ekonomi.

Keberimbangan pembangunan juga dapat ditelusuri melalui penanda wawasan lingkungan. Isu kesenjangan wilayah dapat ditelusuri melalui telaah potensi PAD dan indeks inovasi daerah.

Percepatan atau mengejar ketertinggalan pembangunan wilayah tertinggal nusantara sudah masuk dalam agenda pembangunan nasional. Pertanyaannya kemudian, bagaimana mengukur ketercapaian ragam program percepatan tersebut pada aspek pengkajian keberlanjutan tadi.

Solusi kebijakan terletak di sinergi perumusan dan pelaksanaan RPJM(D) terukur dari seberapa terintegrasi pendataan isu kewilayahan di masing-masing badan perencana daerah dalam menubuhkan kajian perencanaan.  Bukankah selama ini RPJMD menjadi acuan giat intra dan ekstra OPD? Jika masih terabaikan di tataran praksis, barangkali persamalahannya adalah pada cetak biru dari RPJMD itu sendiri yang lebih sering bernada abstrak dan mengawang alih-alih dapat menjadi rujukan ‘praxis’.

Atau boleh jadi penyusunan RPJMD sendiri belum lengkap menggalang partisipasi seluruh OPD sebagai pemangku kepentingan. Sehingga belum dirasakan sebagai kesepakatan. Arah pembangunan nasional perlu berpijak pada evaluasi berkala dan berkelanjutan terlepas dari figur kepemimpinan politik.

Penulis adalah associate professor analisis kebijakan publik.

Editor: Administrator
Tags: RiswandaSorotan Riswanda
Previous Post

Terbaru! 13 Link Twibbon Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-54, Desain Elegan dan Kekinian

Next Post

PDIP Ingin Duetkan Rano Karno dan Andika Hazrumy di Pilgub Banten

Related Posts

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?
Kampus

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Melampaui Perbahasan Stunting

2 Agustus 2022 | 09:53
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Cut off Inovasi Muluk, Bidik Pangkal Masalah

2 Juli 2022 | 16:44
Load More

Popular

  • Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

    Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang PHK Industri Menghantui Pekerja, Pemkot Cilegon Angkat Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Gelontoran Dana Bergulir Sampai Rp3 Juta, Tekankan Pinjaman Jangan Digunakan Buat Kebutuhan Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pejabat Administrator dan Pengawas Kota Serang Dilantik, Mantan Lurah Serang Jabat Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Sayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BUMDes Kebonratu Mulai Panen Telur Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Serang Gelar Capacity Building, Kepala Dinas Hingga Camat Dilatih Disiplin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Kabupaten Serang Dihitung, Sekda Berikan Bocorannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disperindag Kota Cilegon Siapkan Pasar Blok F Jadi Kawasan Bebas Rentenir, Bakal Kerja Sama Lembaga Funding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Bunda Literasi

Bunda Literasi Banten Kunjungi Perpustakaan SMAN 1 Ciruas

14 Februari 2026 | 23:55
unsoed

Mahasiswa Doktoral Ilmu Akuntansi Unsoed Gelar PkM

14 Februari 2026 | 23:50
Tim Pajero sedang menimbang sampah di Perumahan Cisair, Kecamatan Kragilan, belum lama ini. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Dibina Agus Wahyudiono, Tim Pajero Jemput Sampah ke Rumah-Rumah Warga Cisait

14 Februari 2026 | 21:00
Ilustrasi pelaku ekonomi kreatif di Banten. (Freepik.com/ rawpixel.com)

Sorotan Pelaku Ekonomi Kreatif di Banten, Minim Ruang untuk Berkreasi

14 Februari 2026 | 20:00

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda