Sabtu, 14 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Sabtu, 14 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Cut off Inovasi Muluk, Bidik Pangkal Masalah

M Hilman Fikri Oleh: M Hilman Fikri
2 Juli 2022 | 16:44
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Riswanda PhD. Dokumentasi pribadi.

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Terhitung Juli 2022, my pertamina menjadi syarat pembelian BBM bersubsidi di setiap SPBU.

Penilaian subsidi tepat sasar menjadi dalih pemerintah memberlakukan persyaratan ini. Cakap keputusan membutuhkan continuum data yang telah dirubah menjadi informasi keputusan kebijakan (Riswanda 2022). 

Desakan bengkaknya anggaran konsumsi BBM dalam APBN tentu berdasar. Membantun rilis INDEF (Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN-Setjen DPR RI 2014), realisasi anggaran peruntukan subsidi ada di kisaran 210 triliun rupiah.

Sebagai perbandingan, pemakaian APBN bagi konsumsi BBM tercatat 45,039 triliun (32,6 persen porsi penggunaan) di 2009. 

BACAJUGA:

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49

Selama lima tahun periode saja, tertatah laju penambahan porsi, yakni 42,7 persen (2010), 55,9 persen (2011), 61,2 persen (2012), menurun 57,4 persen (2013), lalu kembali naik 58,0 persen (2014). Meskipun, depresiasi nilai tukar rupiah ditengarai ikut mempengaruhi beban anggaran dalam hal ini.

Kemudian, di manakah sumber masalahnya? Kajian mendalam terkait persoalan subsidi BBM mutlak diperlukan.

Demi mengatasi kegalauan publik atas munculnya syarat baru berikut terobosan TIK berupa aplikasi.

Setidaknya, amatan kebijakan perlu menjawab siapakah sebetulnya penerima dampak akhir, the receiving ends meminjam frasa McIntyre-Mills, dari muara pembatasan subsidi pemerintah.

Publik membutuhkan penjelasan lebih dari sekadar narasi laporan bahwa upaya mengurangi pasokan pertalite dan solar di kawasan perumahan mewah telah dilakukan. Ragam pemberitaan media mengurai jenis mobil dan motor yang ke depan tidak lagi bisa membeli pertalite, sepertinya hanya menambah kegamangan.

Penyataan melarang mobil pejabat dan instansi pemerintah menggunakan BBM bersubsidi sudah sewajarnya dilakukan, tidak ada agitasi lebih disini. Pemasangan Radio Frequency Identification bagi 200 juta kendaraan juga seharusnya diberi detail penjelasan.

Evolusi kebijakan berkarakter ‘push policy’, menekan penggunaan kendaraan pribadi, baik dengan kebijakan pembatasan penggunaan maupun kepemilikan penting mendapat sorotan.

Masalah klasik dan menahun disfungsi penggunaan trotoar jalan untuk parkir kendaraan, sewajarnya membutuhkan terobosan solusi kreatif Dishub dan jika perlu lintas koordinasi gakum dengan semisal Pol PP.

Penggunaan CCTV dan penetapan denda pada contoh langkah aksi lain, dapat berkolaborasi secara dinamis dengan Dispenda. Siapa tahu selain menambah asupan bobot anggaran negara, dapat juga mengurangi rentetan parkir kendaraan di pinggir perumahan berbadan jalan sempit.

Jika perlu persyaratan memiliki garasi bagi pemilik kendaraan jangan hanya berlaku di kota-kota mega urban saja. Kaitannya dengan konsumsi BBM pada APBN? Semestinya push policy ini diterapkan bagi seluruh wilayah padat kendaraan di Indonesia.

Tertulis dalam Perpres 55/ 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Kenapa tidak mencari irisan antara peninjauan subsidi BBM dengan Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator) berisi capaian pergerakan orang dengan angkutan umum bertarget 60 persen dari total pergerakan orang? Pendalaman paradigma pemikiran sistemik seperti ini sebenarnya lebih bernilai dibanding sekadar kebaruan instrumen.

Jangan sampai ujung hasil ketetapan kebijakan dihiasi banjir aplikasi yang hanya menguntungkan sebagian orang saja.

Bagaimana dengan irisan kesenjangan digital penggunaan aplikasi dalam membeli bensin bersubsidi misalnya? Apakah sudah terkaji secara tepat? Kembali pada pertanyaan siapakah sebetulnya the receiving ends tadi  jika parameter ketepatan subsidi ditinjau dari serapan bantuan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah?

Resep lama melibatkan seluruh pemangku kepentingan seringkali tercampur-baur dengan sekadar mobilasi ragam komunitas (usaha).

Pertimbangan kebijakan mendasar seputar penggunaan kajian seperti indeks keeratan mitra dan indeks kemitraan partisipatif (Riswanda 2022) dapat menjadi terobososan pemerintah saat menentukan skala bobot prioritas subsidi.

Revitalisasi keberadaan aplikasi-aplikasi eksisting sepertinya kardinal untuk dilakukan. Eminen ketika berada di ranah ukuran kebermanfaatkan langsung bagi publik.

Memastikan sustainable output (luaran berkelanjutan) dari iniasi program-program baru dan evaluasi langkah-langkah aksi lama, sepertinya menjadi catatan tersendiri bagi komunikasi kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Apakah mungkin justru masalahnya adalah pada paradigma arkais administrasi pemerintahan yang masih berjalan sampai saat ini  atau katakanlah patologi birokrasi? Sosialisasi program berkarakter usang dipenuhi dengan parade nasihat dan debat kusir atas sebuah inovasi, baik berupa apps baru atau platform anyar seolah bernuansa IPTEK, mesti beralih pada program edu-advokasi kebaruan langkah Pemerintah.

Menggalang nilai kreatif tidak harus selalu ditandai jelimet aplikasi dan berujung antrian mengular demi beroleh subsidi. Mencacah data kebutuhan riil masyarakat perihal hajat subsidi BBM terhitung terobosan sebetulnya.

Usulan alternatif bagaimana mekanisme tersebut bisa berjalan melalui kajian ilmiah (dan bukan bancakan bersama) adalah pekerjaan rumah selanjutnya.

Barangkali, terobosan baru di mekanisme serapan anggaran dan pemutakhiran mekanisme pelaporan kolot, justru inovasi yang dibutuhkan.

Penulis adalah associate professor analis kebijakan publik

Editor: Administrator
Tags: My PertaminaRiswandaSorotan Riswanda
Previous Post

7 Jenis Kambing yang Cocok Dijadikan Hewan Kurban, Salah Satunya Kambing Gembrong

Next Post

Usai Pandemi, Omzet Warteg Masih Belum Stabil

Related Posts

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?
Kampus

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Melampaui Perbahasan Stunting

2 Agustus 2022 | 09:53
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Hal Ihwal Desain Kesejahteraan Publik

20 Juli 2022 | 06:17
Load More

Popular

  • Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

    Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang PHK Industri Menghantui Pekerja, Pemkot Cilegon Angkat Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Gelontoran Dana Bergulir Sampai Rp3 Juta, Tekankan Pinjaman Jangan Digunakan Buat Kebutuhan Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pejabat Administrator dan Pengawas Kota Serang Dilantik, Mantan Lurah Serang Jabat Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Sayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BUMDes Kebonratu Mulai Panen Telur Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Serang Gelar Capacity Building, Kepala Dinas Hingga Camat Dilatih Disiplin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Kabupaten Serang Dihitung, Sekda Berikan Bocorannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disperindag Kota Cilegon Siapkan Pasar Blok F Jadi Kawasan Bebas Rentenir, Bakal Kerja Sama Lembaga Funding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Bunda Literasi

Bunda Literasi Banten Kunjungi Perpustakaan SMAN 1 Ciruas

14 Februari 2026 | 23:55
unsoed

Mahasiswa Doktoral Ilmu Akuntansi Unsoed Gelar PkM

14 Februari 2026 | 23:50
Tim Pajero sedang menimbang sampah di Perumahan Cisair, Kecamatan Kragilan, belum lama ini. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Dibina Agus Wahyudiono, Tim Pajero Jemput Sampah ke Rumah-Rumah Warga Cisait

14 Februari 2026 | 21:00
Ilustrasi pelaku ekonomi kreatif di Banten. (Freepik.com/ rawpixel.com)

Sorotan Pelaku Ekonomi Kreatif di Banten, Minim Ruang untuk Berkreasi

14 Februari 2026 | 20:00

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda