Minggu, 15 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 15 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Melampaui Perbahasan Stunting

M Hilman Fikri Oleh: M Hilman Fikri
2 Agustus 2022 | 09:53
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Riswanda PhD. Dokumentasi pribadi.

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Oleh: Riswanda

Menyela perdebatan insidental antar gatra pemangku keputusan kebijakan Nusantara perihal apakah penting mempertahankan atau membubarkan Citayam Fashion Week, dan apakah nantinya Jam Gadang Fashion Week patut menggantikan gejala sosial tersebut.

Dunia sepertinya menggarisbawahi satu persoalan esensial. UNICEF-WHO-WorldBank (2021) seolah bersepakat dalam ‘Joint Child Malnutrition’ menilik tren stunting dunia dan regional. Sorotan Riswanda menjadikan perbahasan ini dalam lingkar diskusi akselerasi kebijakan.

Terma ‘stunting’ rasanya mencuit populer menjadi salah satu diksi genre, barangkali sekondang ‘hijrah’, ‘cutoff’, ‘healing’ dan lainnya. Kabupaten Serang, Provinsi Banten melalui kepala daerah setempat, beriringan Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, secara seremonial mengantarkan 1054 mahasiswa KKM dan 10 mahasiswa KKN Kebangsaan.

Dengan harapan partisipasi sivitas akademika di isu stunting. Setidaknya KKM bermakna unjuk peran pembinaan kepada masyarakat terpaut kesehatan lingkungan, juga olah potensi pendapatan alternatif sektor pariwisata kewilayahan mikro. Program kreatif bernuansa gen-z, edu-advokasi berupa pemetaan sosial dan pendampingan pencegahan stunting di Desa Pasilian Kecamatan Kronjo Tangerang Timur salah satu yang laik mendapat aplaus.

Kenapa? Karakter sosialisasi antik berupa kontes pidato berisi panjangnya sambutan nasihat disusul rentetan selebrasi melelahkan, diganti dengan zoombinar berdaya jangkau luas menggandeng duta genre setempat. Sedikitnya, gagasan pelaksanaan program ini merupakan refleksi juga silaturahmi pemikiran bagi aksi-aksi pengentasan stunting di kewilayahan lain.

Lalu, seberapa kardinal permasalahan stunting masuk ke dalam akselerasi kebijakan? WHO (2015) menjabarkan stunting sebagai kegagalan tumbuh kembang dicetus oleh gizi buruk, infeksi berulang dan ketidaktepatan stimulasi psikososial.

Kendatipun stunting tidak terbatas pada tiga penanda umum terbilang, WHO menekankan daruratnya perhatian bersama pada dampak anak berkategori ‘stunt’, diantaranya kapasitas belajar dan kualitas hidup produktif. Panduan jendela konsep serta turunan indikator UNICEF (2015) menunjuk persilangan multi-faktor sebagai kunci tepat rumusan strategi kebijakan di persoalan stunting.

BACAJUGA:

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49

Bahwa dimensi kajian stunting mencakup perbahasan multi-aspek, tentu berimbas pada keperluan rumusan pemikiran cepat regulasi kebijakan. Untuk nantinya berbuah aksi jitu di lapangan.

Dimensi malnutrisi, misal, beririsan dengan matra sampainya unit layanan kesehatan di klaster kelompok sasar ibu dan anak. Status gizi sulit berdiri sendiri tanpa mengindahkan irisan ketahanan keluarga berencana. Seperti prosentase perempuan menikah yang mengalami kekerasan di masa kehamilan.

Artinya, pendalaman kajian kebijakan dan tata kelola kerjasama antar unit pemerintahan adalah pekerjaan rumah selanjutnya dari afirmasi positif atas terbentuknya Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

SSGBI 2019, melekat dalam Susenas Maret 2019, memperlihatkan prevalensi underweight sebesar 16,29 persen (15,94%-16,65%), stunting 27,67 persen (27,22%-28,11%), dan wasting 7,44 persen (7,19%–7,71%). Hasil olah Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota, yang seyogyanya tidak hanya berdiam sebagai kumpulan fakta numerik sekaligus menarik dipandang sebagai fakta.

Lebih penting lagi adalah tafsir makna dan kualitas Rencana Aksi Daerah (RAD) menyorot bagaimana memangkas batas klasik administratif dan kewenangan untuk semisal mengkaji keterpaduan langkah dari katakanlah Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan dan lemabaga-lembaga komunitas pemerhati anak.
Penting bagi bagi badan perencana pembangunan wilayah untuk menyusun instrumen evaluasi bermarwah tafsir sosial dari indikator-indikator Statistik Kesehatan (2019) berupa pengeluaran kesehatan mandiri oleh rumah tangga, kunjungan ke posyandu, pelayanan kesehatan maternal dan Keluarga Berencana, serta pemberian imunisasi, vitamin A, dan makanan pendamping ASI pada anak usia di bawah dua tahun.

Modul Kesehatan dan Perumahan (MKP) 2019 dan Indeks Khusus Penanganan Stunting (IKPS) 2019-2020 semestinya mampu menjadi baseline data tracking program aksi daerah dalam hal menakar bobot pritotitas perhatian pada upaya pengentasan stunting. Indeks pada masing-masing dimensi penyusun IKPS Nasional, seperti perlindungan sosial, pendidikan, gizi, perumahan, pangan wajib didaratkan ke dalam Rencana Aksi Daerah sebagi tracking program OPD wilayah kab/ kota.

Pekerjaan rumah selanjutnya adalah bagaimana kajian tata pemerintahan menjawab upaya strategis ini melalui penciptaan baseline data karakteristik wilayah rawan stunting, disertai indeks keamanan pangan per kecamatan. Sepertinya kebijakan ketahanan pangan dirumuskan dan diterapkan secara nasional disambung penekanan spesifik kewilayahan adalah atas dasar jenuhnya solusi bibit ikan dan uji-coba bibit varietas unggul.

Kondisi eksisting membutuhkan lebih dari sekadar antisipasi pertanian. Pendekatan murni proses agrikultur pertanian jelas tampak kadaluarsa di situasi sistemik pasca pandemi. Tantangan isu ketahanan pangan nasional dan lebih lagi kewilayahan membutuhkan solusi terintegrasi mencakup aspek sosial, budaya, regulasi politik dan padanan semuanya.

Pembinaan petani merupakan program lamayang kelawasan konsepsi dan penerapannya di lapangan memerlukan kedalaman evaluasi. Semisal, mengentaskan de-generasi petani (Riswanda 2022) atau putusnya generasi petani. DKP tampaknya perlu membuat design thinking praxis (berijiwa entrepreneur intelektual) terkait wajibnya hadir sejumlah program apik berbasis data wilayah, dan memuat isu aktual kewilayahan.

Penulis adalah associate professor analisis kebijakan publik

 

Editor: Administrator
Tags: Citayam Fashion WeekRiswandaSorotan Riswanda
Previous Post

Lirik Lagu “Ready for Love” (EASY LYRIC), Hasil Kolaborasi Antara BLACKPINK dan PUBG Mobile

Next Post

Makna Filosofi Logo HUT RI ke-77

Related Posts

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?
Kampus

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Hal Ihwal Desain Kesejahteraan Publik

20 Juli 2022 | 06:17
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Cut off Inovasi Muluk, Bidik Pangkal Masalah

2 Juli 2022 | 16:44
Load More

Popular

  • Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

    Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang PHK Industri Menghantui Pekerja, Pemkot Cilegon Angkat Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Gelontoran Dana Bergulir Sampai Rp3 Juta, Tekankan Pinjaman Jangan Digunakan Buat Kebutuhan Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pejabat Administrator dan Pengawas Kota Serang Dilantik, Mantan Lurah Serang Jabat Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Sayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BUMDes Kebonratu Mulai Panen Telur Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Serang Gelar Capacity Building, Kepala Dinas Hingga Camat Dilatih Disiplin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Kabupaten Serang Dihitung, Sekda Berikan Bocorannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disperindag Kota Cilegon Siapkan Pasar Blok F Jadi Kawasan Bebas Rentenir, Bakal Kerja Sama Lembaga Funding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Bunda Literasi

Bunda Literasi Banten Kunjungi Perpustakaan SMAN 1 Ciruas

14 Februari 2026 | 23:55
unsoed

Mahasiswa Doktoral Ilmu Akuntansi Unsoed Gelar PkM

14 Februari 2026 | 23:50
Tim Pajero sedang menimbang sampah di Perumahan Cisair, Kecamatan Kragilan, belum lama ini. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Dibina Agus Wahyudiono, Tim Pajero Jemput Sampah ke Rumah-Rumah Warga Cisait

14 Februari 2026 | 21:00
Ilustrasi pelaku ekonomi kreatif di Banten. (Freepik.com/ rawpixel.com)

Sorotan Pelaku Ekonomi Kreatif di Banten, Minim Ruang untuk Berkreasi

14 Februari 2026 | 20:00

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda