BANTENRAYA.COM- Provinsi Banten kerap didera bencana dan Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (DPW HIMMA) Provinsi Banten Mengajak anak muda pahami mitigasi bencana.
Ajakan DPW HIMMA Banten ini disampaikan dalam diskusi publik bertajuk Madrasah Mitigasi Bencana:Sebuah Ikhtiar Antisipatif Menghadapi Bencana Alam di Banten yang digelar secara virtual Senin, 24 Januari 2022 lalu.
Baca Juga: Bakal Calon Ketum PSSI Pandeglang Taufik Hidayat Usung 5 Pilar Majukan Sepakbola Daerah
Kegiatan ini menghadirkan narasumber diantaranya Mulyadi, Ketua Mathla’ul Anwar Car), Fitron Nur Ikhsan Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Nana Suryana, Kepala Pelaksana BPBD Banten), dan Abu Salim pejabat Dinsos Banten.
Ahmad Syafaat, Ketua DPW HIMMA Provinsi Banten menyampaikan diskusi ini sebagai ruang edukasi kepada publik khususnya kaum muda dan mahasiswa tentang pentingnya mitigasi bencana.
“Pendidikan mitigasi bencana ini sangat vital sebagai ikhtiar berjamaah semua elemen dan unsur dalam mengahadapi bencana alam di Banten khususnya,” tegasnya.
Ketua Mathla’ul Anwar Care, Mulyadi menuturkan mitigasi bencana ini merupakan tanggung jawab kita semua.
Baca Juga: Cuitan Jerome Polin di Twitter Singgung Soal Prestasi Pebalap Indonesia, Auto Kena Tegur Sean Gelael
“Mathla’ul Anwar sesuai khitahnya bergerak dibidang dakwah, pendidikan, sosial, maka Mathla’ul Anwar Care sebagai lembaga yang berfokus dibidang sosial dan kemanusiaan” ucapnya.
Fitron Nur Ikhsan Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten menyampaikan perlunya kesadaran untuk menjawab tantangan alam dengan bentuk kesiapsiagaan agar bisa menghadapi ancaman bahaya.
“Perlunya kesadaran dan edukasi dari semua elemen masyarakat tentang mitigasi bencana dalam menghadapi bencana baik bencana alam maupun non alama.”
Baca Juga: Terbaru! 21 Link Twibbon Hari Pers Nasional 9 Februari 2022
Kepala BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana menyampaikan agar mengedepankan mitigasi dan pencegahan bencana yang sewaktu-waktu bakal terjadi di wilayah Provinsi Banten.
“Harus kedepankan mitigasi. Kalau sudah terjadi (bencana) baru kita pontang-panting. Lebih baik kita harus mempersiapkan diri lebih awal agar tidak jatuh korban jiwa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelayanan publik yang terbaik adalah ketika Pemerintah hadir dan mampu menyelamatkan jiwa manusia saat terjadi bencana.
Baca Juga: PBFI Kabupaten Serang Fokus Siapkan Atlet untuk Porprov Banten
Maka dari itu, perlu penanganan bencana dengan upaya pengurangan risiko bencana yang dilakukan secara bersama-sama antara Aparatur Pemerintah, Masyarakat, Relawan serta Dunia Usaha. ***


















