Kamis, 12 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Kamis, 12 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Hari Guru Nasional 2025: Saatnya Guru Indonesia Sejahtera

Administrator Oleh: Administrator
24 November 2025 | 10:16
guru

Indra Martha Rusmana, Wakil Ketua ICMI Kota Serang. (Dokumentasi Pribadi)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Kasus pemecatan Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Lebak, Banten, beberapa waktu lalu kembali membuka percakapan panjang tentang sebuah posisi dan nasib guru di negeri ini.

Belum hilang dari ingatan publik bagaimana 2 orang guru di daerah lain juga mengalami hal serupa, sebelum akhirnya Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto turun tangan memulihkan nama baik dan posisi mereka. Peristiwa-peristiwa tersebut bukan sekadar potret tunggal, akan tetapi cermin betapa profesi guru masih rawan terhadap tekanan, salah tafsir kebijakan, dan ketidakpastian kesejahteraan.

Hari Guru Nasional 2025 seharusnya menjadi momentum refleksi jujur: apakah para guru kita sudah benar-benar sejahtera? Apakah martabat pendidik telah dijaga sebagaimana mestinya? Ataukah kita masih menempatkan mereka sebagai ujung tombak yang diminta berlari, sementara pijakan tempat mereka berdiri masih rapuh?

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: Rekomendasi Saham 24 November 2025, Cermati Pergerakan SHIP, MDKA, hingga ITMG

Guru Zaman Dulu: Pengabdian yang Terpatri dalam Kesederhanaan

Apabila kita kembali pada kisah guru-guru generasi sebelumnya, keseharian mereka sering kali dibalut kesederhanaan. Mereka berjalan kaki menembus sawah, mengajar dengan papan tulis buram, atau menulis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di atas kertas bekas. Namun ada sesuatu yang tidak tergantikan dari masa itu: penghormatan masyarakat yang begitu tinggi. Guru dianggap tempat bertanya, tempat meminta nasihat, penjaga moral, sekaligus pembentuk karakter anak-anak kampung.

Hal-hal di atas dialami langsung oleh orang tua penulis pada tahun 80an menjelang tahun 90an yang memang ditugaskan di daerah tertinggal, jauh dari pusat ibukota kecamatan, apa lagi kabupaten, dengan kondisi jalan yang rusak dan saat itu belum ada aliran listrik. Bahkan penulis pernah merasakan belajar malam hari dengan lampu tempel minyak tanah. Kemudian memantapkan diri bercita-cita untuk menjadi seorang guru.

Pada masa itu, gaji bukanlah alasan utama seseorang menjadi guru. Mereka memilih mengajar dengan keyakinan bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya itu harus dibagikan. Tetapi zaman berubah, dan tuntutan terhadap guru ikut berubah drastis.

BACA JUGA: Membanggakan, Empat Siswa SMKIC Padarincang Juara Kompetisi Robotik Internasional

BACAJUGA:

Android

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00

Guru Hari Ini: Beban Tugas Berlipat, Kesejahteraan Belum Mengimbangi

Memasuki era digital, peran guru melebar ke berbagai arah. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga administrator, konselor, kreator konten pembelajaran, fasilitator teknologi, bahkan pelapor data pendidikan yang seolah tak pernah selesai. Di sisi lain, ekspektasi masyarakat terhadap mutu pembelajaran semakin tinggi.

Namun tantangannya adalah kesejahteraan guru tidak tumbuh secepat tanggung jawab mereka. Masih ada guru honorer yang gajinya di bawah standar hidup layak. Masih ada pendidik yang harus bergulat dengan tekanan birokrasi yang rumit. Dan masih ada guru yang rentan menjadi korban ketidakadilan hanya karena salah langkah prosedural.

Kita tidak boleh menutup mata: mutu pendidikan tidak mungkin melompat jika kesejahteraan guru berjalan tertatih. Dunia pendidikan membutuhkan kebijakan yang memihak, dan memihak itu artinya memastikan guru dapat menjalankan tugasnya dengan kepala tegak, hati lapang, dan kebutuhan hidup yang terpenuhi.

BACA JUGA: Perkuat Identitas Banten Beriman dan Bertaqwa, Pemprov Dorong ASN Belajar Qur’an

Saatnya Indonesia Menghormati Guru dengan Kebijakan Kesejahteraan yang Nyata

Pemulihan 2 guru oleh Presiden Prabowo Subianto patut diapresiasi, bukan hanya karena tindakan itu menegakkan keadilan, tetapi juga karena memberi pesan bahwa negara hadir untuk melindungi pendidik. Tetapi langkah simbolik tidak cukup. Kita memerlukan kebijakan struktural yang membuat profesi guru kuat dan bermartabat.

Indonesia harus mulai berani menempatkan guru sebagai profesi strategis yang mendapatkan:

– kesejahteraan layak,
– perlindungan hukum,
– pengembangan kompetensi berkelanjutan,
– jaminan karier yang jelas, dan
– lingkungan kerja yang sehat dan manusiawi.

Negara lain yang berhasil memajukan pendidikan selalu menempatkan guru sebagai pilar utama. Indonesia pun bisa — kalau kemauan politiknya kuat.

BACA JUGA: Jumlah Warga Cilegon yang Bekerja ke Luar Negeri Melonjak, Ini Penyebabnya

Menguatkan Guru, Menguatkan Masa Depan Bangsa

Hari Guru Nasional 2025 bukan sekadar perayaan seremonial. Ini pengingat bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada figur-figur yang setiap hari berdiri di kelas, mendidik dengan sabar, mengubah kata menjadi ilmu, dan ilmu menjadi masa depan.

Untuk semua guru di penjuru negeri – yang mengajar dengan hati, bertahan dalam tantangan, dan tetap percaya bahwa anak-anak Indonesia layak mendapat masa depan terbaik – izinkan saya menyampaikan satu pesan:

Tetaplah menjadi pelita yang tidak padam.
Tetaplah berdiri meski angin perubahan tak selalu bersahabat.
Karena dari tanganmulah peradaban sebuah bangsa dibentuk.

Semoga tahun ini menjadi awal dari babak baru: guru Indonesia yang sejahtera, dihormati, dan dilindungi negara.

Selamat Hari Guru Nasional 2025! Teruslah menginspirasi. ***

Oleh: Indra Martha Rusmana, Wakil Ketua ICMI Kota Serang

Editor: Burhanudin Raya Rambani
Tags: guruguru IndonesiaHari GuruHari Guru Nasional 2025
Previous Post

Rekomendasi Saham 24 November 2025, Cermati Pergerakan SHIP, MDKA, hingga ITMG

Next Post

Persik Kediri Versus Semen Padang, Macan Putih Waspadai Kebangkitan Kabau Sirah

Related Posts

Android
Opini

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer
Opini

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam
Opini

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
penyiaran
Opini

Menagih Kembali Revisi UU Penyiaran

27 Januari 2026 | 12:10
Load More

Popular

  • Kasus perselingkuhan suami Maissy

    Dituding Jadi Selingkuhan Suami Maissy, Ibu Cindy Rizap Tegas Sang Anak Kena Tipu Dokter Riky Febriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Bopeng-bopeng, Gubernur Banten Tagih Komitmen Pengelola Tol Tangerang-Merak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angkanya Terus Meningkat, Pemprov Banten Dinilai Gagal Atasi Kemiskinan di Perkotaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabupaten Serang Miliki Dua Jembatan Baru Hasil Kolaborasi dengan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Link Twibbon Hari Perempuan Internasional 2026, Terbaru dan Paling Kekinian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Budi Rustandi Turun Tangan Bredel Spanduk Liar di Kota Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Banten Usulkan Rekonstruksi Istana Surosowan Kepada Menteri Kebudayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Gratis Tak Pakai Bus Abal-abal, Dishub Kota Cilegon Jamin Semua Sudah Dicek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pergoki Pelecehan di KRL, Korban Langsung Nangis Histeris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Madrasah Aliyah gratis

Pemprov Banten Pastikan Madrasah Aliyah Gratis Direalisasikan Tahun Ini

12 Maret 2026 | 05:00
Tol Tangerang–Merak

Tol Tangerang–Merak Dikeluhkan Rusak, Pengelola Sebut Perbaikan Terkendala Hujan dan Kendaraan ODOL

12 Maret 2026 | 04:29
angka perceraian dan pernikahan di Banten

Angka Pernikahan di Banten Turun, Perceraian Tembus 15 Kasus

12 Maret 2026 | 04:16
Walikota Serang Budi Rustandi sat diwawancara

Walikota Serang Budi Rustandi Berikan THR Buat PPPK Paruh Waktu

12 Maret 2026 | 04:00

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda