BANTENRAYA.COM – Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Serang bekerja sama dengan gerakan World Cleanup Day (WCD) juga Bank Sampah Digital (BSD) melakukan aksi bersih-bersih.
Aksi bersih-bersih dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di lingkungan Kampung Iklim (Proklim), Gerakan Mandiri Sehat (Gemas) hingga Kampung Pelawad Mandiri RW 01 Desa Pelawad, Kabupaten Serang, Banten, Minggu 19 September 2021.
Hadir dalam kegiatan kerja bakti bersih-bersih Kasi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan DLH Kabupaten Serang Muaz Sisul Haq, Iyadulloh (CEO BSD), Aldi Reinaldi (Co Leader WCD Serang Raya- Cilegon).
Baca Juga: SMA Negeri di Banten Diduga Tawarkan Seragam Sekolah dengan Harga Tak Wajar
Kemudian ada Rey (Logistik WCD), dan Asep Supandi Ketua RT sekaligus Ketua Proklim Gemas Kampung Pelawad Mandiri RW 001 Desa Pelawad.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti sekitar 30 orang.
Adapun agenda kegiatan diantaranya adalah melakukan kegiatan susur-sisir sampah, penimbangan sampah anorganik, pembabatan ilalang, dan pengolahan lahan sebagai tahapan mengubah lahan non poduktif menjadi lahan produktif.
Baca Juga: Ayu Ting Ting Lakukan Operasi Tanam Benang di Hidung, Feni Rose Sebut Mirip Artis Korea
Selanjutnya mereka juga melakukan pengurugan jalan sekaligus pembuatan rute aliran drainase. Muaz menyampaikan jika kegiatan ini merupakan momentum bersama.
“Saya senang dan mengapresiasi masyarakat di sini yang mulai tumbuh kesadarannya tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kampung Pelawad Mandiri RW 01 Desa Pelawad merupakan kampung yang masuk dalam program Kampung Iklim (Proklim),” ungkapnya.
“Itu salah satu kegiatan DLH Kabupaten Serang yang merupakan program Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang perlu disosialisasikan,” tambah Muaz.
Baca Juga: Jadi ‘Tukang Cukur Dadakan’, Kapolres Pandeglang Incar Personel Berambut Gondrong
Ia pun menambahkan jika program hari ini merupakan keselarasan program yang dimiliki oleh DLH Kabupaten Serang, WCD, dan BSD.
“Proklim memiliki agenda mitigasi dan adaptasi, BSD fokus pada pengelolaan sampah kering/anorganik dan pengelolaan sampah organik,” paparnya
“Sedangkan WCD adalah sebuah gerakan yang mengampanyekan Indonesia bersih bebas sampah. Sinergitas yang baik demi percepatan perubahan iklim,” ujarnya.
Baca Juga: Museum Negeri Banten Gelar Pameran Temporer, Hadirkan Koleksi Terpadu dari Zaman Kerajaan
CEO Bank Sampah Digital Iyadulloah sekaligus PRM WCD Provinsi Banten mengutarakan, kolaborasi ini sangat baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan minimal lingkungan sekitar rumah.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa terciptanya Indonesia bersih bebas sampah.”
Tidak kalah Asep Supandi memiliki harapan tentang kegiatan kolaborasi ini.
Baca Juga: Beda Nasib Messi dan Ronaldo Usai Pindah Tim: Ronaldo 4 Gol, Messi 1 Kali Ngambek dan 0 Gol
“Saya berharap kegiatan ini menjadi titik mula kebersamaan warga untuk terus bersama-sama gotong royong,” ujarnya.
“Kami sedang berupaya membuat jalur drainase dan tembusan jalan antar kampung agar masyarakat tidak kesulitan pada saat keadaan darurat,” tuturnya.
“Tujuan lainnya adalah agar masyarakat bisa terhubung dengan adanya alternatif akses jalan ini. Kampung tidak harus identik dengan terkungkung,” tambahnya. ***



















