BANTENRAYA.COM – Kondisi Eko Sapurto (25) warga Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon memprihatinkan. Eko diikat di depan pintu rumahnya. Hal itu dilakukan orangtua Eko, Suryati agar dirinya tidak kabur dan membuat kegadugan di masyarakat.
Dalan video beredar diperlihatkan jika Eko diikat dengan kain warna merah yang diikatkan di sela pintu dan jendela rumah orang tuanya. Eko bergerak-gerak seperti memperlihatkan gerakan silat.
“Yah Pak saya takut dia keluar lagi,” kata Suryati dalam video berdurasi 36 detik yang diterima bantenraya.com, Kamis(9/9/2021).
Baca Juga: Preview dan Link Live Streaming Borneo FC vs Persik Kediri Jumat 10 September 2021 Pukul 18.15 WIB
Suryati menjelaskan, anaknya diikat juga karena takut ada warga yang main hakim dan memukuli Eko. “Mengamuk sih ini enggak. Takut sayanya ada yang gebuki dia,” pungkasnya.
Diketahui, Eko merupakan pemuda yang sempat membuat kegaduhan karena menyetop salat magrib berjamaah di Masjid Agung Nurul Ikhlas. Eko sendiri sudah mengalami ganguan jiwa sejak Juli 2021 dan dalam proses penyembuhan. ***

















