BANTENRAYA.COM- Pelawak Tukul Arwana mengalami pendarahan otak dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.
Pendarahan otak yang menimpa Tukul Arwana dibenarkan oleh sang putra Ega Prayudi.
Lantas apa itu pendarahan otak seperi yang dialami Tukul Arwana, berikut penjelasannya.
Baca Juga: Pandangan Ustad Adi Hidayat Tentang Vaksin Covid-19, Jadi Panduan Umat Islam
Dikutip Bantenraya.com dari Alo dokter, pendarahan otak merupakan pendarahan yang terjadi di dalam jaringan otak.
Kondisi ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh arteri di otak hingga menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya dan matinya sel-sel otak.
Banyak orang yang mengalami pendarahan otak memiliki gejala mirip stroke.
Baca Juga: Keluarga Penghafal Quran Dapat Kebahagiaan Dunia dan Akhirat, Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Seperti mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, atau mati rasa.
Perdarahan otak merupakan kondisi medis serius yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan segera oleh dokter di rumah sakit.
Jenis-Jenis Perdarahan Otak
Umumnya, semua perdarahan yang terjadi di dalam otak disebut perdarahan otak.
Baca Juga: Khutbah Jum’at KH. Abdurahman Rasna: Doa Yang Tidak Terijabah
Tapi, berdasarkan lokasi terjadinya, perdarahan otak dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya:
– Pendarahan subarachnoid
Pendarahan yang terjadi pada jaringan otak di bawah selaput pelindung otak.
Perdarahan otak tipe ini seringkali disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak karena aneurisma, gangguan pembekuan darah, atau cedera kepala berat.
Baca Juga: Hampir 7.000 Korban PHK di Banten Tak Terima Bantuan
– Hematoma epidural dan subdural
Penggumpalan darah yang terjadi di antara otak dan tengkorak kepala, bisa berada di atas atau di bawah selaput pelindung otak.
– Perdarahan intraserebral
Perdarahan yang terjadi pada jaringan otak itu sendiri. Perdarahan otak jenis ini bisa menyebar hingga ke ruang ventrikel otak dan menyebabkan pembengkakan otak.
Baca Juga: Walikota Serang Syafrudin Minta HIPMI Entaskan Pengangguran di Kota Serang
Penyebab Pendarahan Otak
Ada beberapa faktor risiko dan penyebab terjadinya perdarahan otak. Berikut ini adalah penyebab perdarahan otak yang umumnya terjadi, yaitu:
– Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit kronis (jangka panjang) yang dapat melemahkan dinding pembuluh darah, tak terkecuali pembuluh darah otak.
Jika tekanan darah tidak terkendali, lama kelamaan penyakit ini berpotensi menimbulkan stroke perdarahan (stroke hemoragik).
Baca Juga: Bantuan Sosial Tuna Covid-19 Senilai Rp300 Ribu Dihentikan Tahun Depan, Ini Kata Mensos Risma
– Cedera kepala
Paling banyak terjadi pada orang yang berusia di bawah 50 tahun. Kemungkinan besar kondisi ini disebabkan oleh kecelakaan atau terjatuh.
Kecelakaan lalu lintas, terjatuh dari ketinggian, dan cedera kepala akibat olahraga juga merupakan penyebab perdarahan otak yang sering terjadi.
– Kelainan pembuluh darah
Baca Juga: Cegah Muncul Terminal Bayangan, Anggota Dishub Nongkrong di Jalan RT Hardiwinangun Rangkas
Kondisi yang bisa terjadi pada saat lahir ini dapat membuat dinding pembuluh darah di sekitar dan bagian dalam otak menjadi lemah.
Kelainan ini disebut malformasi arteri vena.
Penderita gangguan ini tidak selalu mengeluhkan adanya gejala, namun seketika pembuluh darah dapat pecah dan menimbulkan kondisi yang berbahaya.
Baca Juga: Dapat Lencana ABTN Pratama, Bupati Iti: Bukan untuk Saya Tapi untuk Seluruh Petani Lebak
– Gangguan pembekuan darah
Menurunnya trombosit juga dapat menyebabkan perdarahan otak.
Anemia sel sabit (kondisi di mana sel darah merah berbentuk abnormal), hemofilia (tubuh kekurangan protein untuk pembekuan darah), hingga mengonsumsi obat pengencer darah dapat berkontribusi dalam hal ini.
Baca Juga: Siapa Itu ROC, Lawan Pertama Indonesia di Sudirman Cup 2021
– Pembengkakan pembuluh darah (aneurisma)
Aneurisma menyebabkan melemahnya pembuluh darah, yang kemudian dapat pecah dan menimbulkan perdarahan di dalam otak. Kondisi ini dapat menyebabkan stroke.
– Angiopati amiloid
Angiopati amiloid adalah kondisi di mana terjadi kelainan dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh faktor usia atau hipertensi.
Baca Juga: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba
Kondisi ini dapat menimbulkan banyak perdarahan kecil yang mengarah pada pendarahan yang lebih besar.
Hal lainnya yang menyebabkan perdarahan otak antara lain adalah tumor otak dan penyakit hati.
Beberapa penyebab pendarahan otak dapat diatasi sejak dini.
Misalnya, dengan menjaga pola makan dan hidup sehat agar terhindar dari tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Pandangan Ustad Adi Hidayat Tentang Vaksin Covid-19, Jadi Panduan Umat Islam
Anda juga bisa mulai mencari tahu tentang pencegahan hipertensi dan penanganannya dengan berkonsultasi ke dokter.
Gejala Perdarahan Otak
Umumnya seseorang yang mengalami pendarahan otak akan mengalami sakit kepala parah yang tiba-tiba datang, muntah, kebingungan (delirium), hingga pingsan.
Meski begitu, hal ini tidak selalu dialami pada setiap orang.
Gejala yang muncul tergantung pada lokasi pendarahan terjadi.
Baca Juga: 5 Potret Mantan Walikota Cilegon Iman Ariyadi Setelah Bebas dari Penjara
Misalnya, jika bagian otak yang berkaitan dengan penglihatan yang mengalami pendarahan, maka gejala yang mungkin muncul adalah pasien mengalami gangguan penglihatan.
Gejala lain yang mungkin terjadi pada pasien perdarahan otak adalah mengalami kejang secara tiba-tiba, gangguan koordinasi dan keseimbangan, serta kesulitan menelan.
Jika pendarahan otak terjadi pada bagian bawah atau batang otak, pasien dapat mengalami koma, hingga gagal napas.
Baca Juga: Rambo Banten Buat Lagu Rap Berbahasa Jaseng, Kritik Pedas Maling Berdasi
Sedangkan pendarahan otak yang terjadi pada bagian pusat bicara, maka pasien dapat mengalami gangguan dalam berbicara.
Untuk mengevaluasi kerusakan otak, dokter akan menentukan otak bagian mana yang mengalami pendarahan berdasarkan gejala yang timbul, serta melalui pemeriksaan fisik, dan tes pencitraan CT scan atau MRI otak.
Dan jika sudah bisa dipastikan lokasinya perdarahan, dokter akan melakukan langkah pengobatan yang tepat.
Baca Juga: Dewan Desak Tambak Udang di Carita Ditutup Permanen, Satpol PP Pandeglang Masih Beralasan
Pendarahan otak adalah kondisi kegawatan medis yang perlu segera ditangani di unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
Jika pendarahan otak menimbulkan koma atau kesulitan bernapas, maka akan diperlukan tindakan intubasi untuk memberi napas buatan.
Pemasangan infus untuk pemberian cairan dan obat-obatan juga diperlukan.
Jika kondisi memburuk, pendarahan otak perlu mendapat pemantauan ketat di ruang perawatan intensif di rumah sakit.

















