• Rabu, 20 Oktober 2021

Rambo Banten Buat Lagu Rap Berbahasa Jaseng, Kritik Pedas Maling Berdasi

- Kamis, 23 September 2021 | 20:15 WIB
Rambo Banten saat menyanyikan lagu rap berisi curhatan dan kemarahan pada para koruptor yang ada di Banten dalam video yang diunggah akun @Ovie Leonard di Facebook, Kamis, 23 September 2021. (Facebook/ Ovie Leonard )
Rambo Banten saat menyanyikan lagu rap berisi curhatan dan kemarahan pada para koruptor yang ada di Banten dalam video yang diunggah akun @Ovie Leonard di Facebook, Kamis, 23 September 2021. (Facebook/ Ovie Leonard )

BANTENRAYA.COM- Rambo Banten, influencer asal Kota Serang, Banten, membuat lagu rap berbahasa Jawa Serang (Jaseng). Isi lagu rap itu menyentil koruptor yang memakan uang rakyat. Rambo Banten menyebutnya dengan maling.

Lagu itu dibuat sebagai curahan hati dirinya untuk maling-maling yang dibanggakan karena jabatan dan kedudukannya. Lagu ini melontarkan kritik pedas untuk para koruptor.

"Curhatan hati. Gona maling-maling sing dibanggakaken. Keren. Luar biasa," kata Rambo menyindir seperti dikutip bantenraya.com dari video yang diunggah di Facebook oleh akun @Ovie Leonard, Kamis, 23 September 2021.

 Baca Juga: Update Terbaru 4 Kode Redeem FF Free Fire 24 September 2021

Rambo Banten mengatakan, selama ia berada di Banten ia akan memantau pergerakan para maling uang rakyat itu. Sayangnya maling itu malah dianggap sebagai raja dan dibanggakan karena uang yang dimiliki. "Dianggap sebagai orang yang paling kaya," kata Rambo Banten.

Padahal, masih banyak masyarakat yang tidak bisa makan dan susah berobat. Bahkan untuk sekolah juga susah. Ia menyebut pola pikir para koruptor itu sama seperti iblis.

Rambo Banten bilang, banyak orang susah di masa pandemi. Tetapi para koruptor dengan mudahnya meraup uang yang dikumpulkan dari pajak rakyat.

Baca Juga: Prosesi Lamaran, Ria Ricis dan Teuku Ryan Menangis 

Rambo Banten memberi peringatan bahwa perbuatan maling itu akan dibalas saat di akhirat kelak. Disiksa dengan siksaan pedih.

Rambo Banten mengatakan sedih karena para koruptor hanya mementingkan kepentingan sendiri dan keluarganya. Banten seolah-olah miliknya. Yang lain tidak usah mendapatkan bagian. Padahal di luar sana banyak masyarakat masih miskin. ***

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rp7 Miliar untuk Pembongkaran Masjid Agung Ats Tsauroh

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Rekomendasi KASN Turun, 21 Pejabat Harap-Harap Cemas

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:28 WIB

70 Motor Harley Davidson Digeber di Kota Serang

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:50 WIB
X