BANTENRAYA.COM – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Kecamatan Cikedal menggelar berbagai lomba yang melibatkan anak-anak dan masyarakat umum.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba tari tradisional dan mewarnai.
Kelompok 31 kuliah kerja mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menjadi juri lomba tari dan mewarnai, sebagai bentuk kontribusi mereka dalam mendukung kreativitas dan semangat nasionalisme generasi muda.
Baca Juga: Jangan Asal Bro, Dimyati Tegaskan APBD Banten Harus Penuhi Unsur Value For Money
Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Cikedal, dengan peserta lomba berasal dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah kecamatan.
Lomba mewarnai diikuti oleh anak-anak tingkat TK dan SD, sementara lomba tari diikuti oleh kelompok siswa yang menampilkan ragam tarian daerah.
Kelompok 31 KKM Uniba dipercaya untuk menilai hasil karya peserta berdasarkan kriteria kreativitas, teknik dan kesesuaian tema.
Baca Juga: Bikin Bangga! 4 Taekwondoin Asal Kota Serang Berjaya di Negeri Jiran
Penilaian dilakukan secara objektif dan transparan, dengan mempertimbangkan usia dan kemampuan masing-masing peserta.
“Kami merasa bangga bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan 17 Agustus ini. Menjadi juri bukan hanya soal menilai, tapi juga memberi semangat dan apresiasi kepada peserta,” ucap Futri salah satu anggota Kelompok 31 KKM Uniba.
Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa, aparatur kecamatan dan masyarakat.
Baca Juga: Bakal Tayangkan Marimar dan Rosalinda di TV, Simak Jadwal Rilis Telenovela Asal Meksiko
Selain menjalankan tugas sebagai juri, mahasiswa juga membantu panitia dalam dokumentasi dan pengaturan teknis lomba.
Semangat kebersamaan dan antusiasme peserta membuat suasana perayaan terasa hangat dan meriah.
Partisipasi Kelompok 31 KKM Uniba dalam kegiatan lomba 17 Agustus di Kecamatan Cikedal menjadi bukti nyata bahwa pengabdian masyarakat bisa dilakukan dalam berbagai bentuk.
Dengan menjadi juri, mereka ikut mendorong semangat kompetisi sehat dan mengapresiasi kreativitas anak-anak sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.
Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan pemerintah kecamatan, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pelaksanaan program kerja KKM. ***















