BANTENRAYA.COM – Kelompok 48 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba), melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit gula darah.
Annisa Novianti, penanggung jawab kegiatan menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka menjaga kualitas hidup sehat di perkampungan, Kelompok 48 KKM Uniba gelar program cek kesehatan gratis.
“Kegiatan ini telah sukses dilaksanakan di SMPS Terpadu, Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Baca Juga: Pemprov Banten Uji Coba Cold Storage untuk PT ABM
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk peningkatan hidup sehat, karena sebagian masyarakat hanya mengunjungi dokter ketika telah sakit. Padahal, segala jenis penyakit bisa dicegah sebelum menjadi parah di dalam tubuh.
“Dengan kita melakukan Pemeriksaan Kesehatan potensi penyakit yang datang ke tubuh kita pun akan di ketahui lebih dini,” ujarnya.
Ketua kelompok 48 KKM Uniba Gilang Syahdu Sihab mendukung adanya program kesehatan ini, karena kegiatan ini bisa menjadi kegiatan yang berdampak baik untuk masyarakat. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi acuan untuk keberlangsungan hidup, supaya masyarakat tahu bagaimana menjaga kualitas hidup sehat,” ujarnya.
Baca Juga: Sah! UNPAM Serang dan Rumah Zakat Jalin MoU untuk PKM
Selain Annisa Novianti, Fajar selaku anggota divisi kesehatan juga menyampaikan kegiatan ini memiliki dampak besar untuk menunjang kualitas kesehatan masyarakat. Cek kesehatan yang dilakukan oleh Kelompok 48 KKM Uniba salah satunya, adalah cek kesehatan Gula Darah.
“Pemeriksaan gula darah, kadar gula darah melalui prosedur medical check-up, merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Disarankan berpuasa minimal delapan jam sebelum pemeriksaan dilakukan,” ungkapnya.
Terakhir dengan adanya cek kesehatan gratis ini, masyarakat jadi lebih tahu tentang penyakit yang mereka alamai dan kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama dalam melakukan aktivitasnya.
Baca Juga: Kasus TBC di Lebak Terus Ngegas, 31 Orang Meninggal Dunia
“Namun tidak ada manusia yang tidak mengalami sakit. Sakit dan sehat selalu datang silih berganti dalam kehidupan manusia,” tutupnya. ***















