BANTENRAYA.COM – Publik cukup dikagetkan dengan keterangan yang berubah-ubah dari Bharada E terkait kasus kematian Brigadir J.
Yang terbaru, Bharada E mengakui bahwasanya dalam kasus kematian Brigadir J, ia hanya diperintah.
Diketahui, Bharada E melalui kuasa hukum yang baru, Deolipa Yumara mengungkap sejumlah fakta baru yang mengejutkan publik.
Baca Juga: Minta Pj Gubernur Buktikan Kinerja, Fraksi PDIP DPRD Banten: Sudah Cukup Berbulan Madu!
Deolipa menjelaskan jika Bharada E menembak Brigadir J atas perintah dari atasan.
Setelah pengakuan tersebut, pihak Bharada E melalui kuasa hukum telah mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan dan mengajukan permohonan Justice Collaborator.
Deolipa mengungkap alasan Bharada E mulai mengungkap kejadian sebenarnya yang menewaskan Brigadir J.
Baca Juga: Pojok Ronde Tawarkan Minuman Jahe Dengan Pedas yang Lebih Nendang
“Mengubah keterangannya terkait berganti pengacara juga, ada kaitannya dengan masa lalu, tekanan masa lalu kemudian skenario masa lalu yang dia alami,” ujar kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara.
Kondisi Bharada E setelah kejadian tewasnya Brigadir J juga diungkap oleh Deolipa.
Menurut Deolipa, Bharada E merasa tertekan dan tidak nyaman.
Baca Juga: Dapur Mini April Spesial Tumpeng Mini Pertama di Cilegon
“Sebelumnya dia galau dan merasa tidak nyaman. Bukan tidak nyaman karena tekanan penyidikan, tapi tidak nyaman karena tindakan yang sudah dilakukan,” ungkap Deolipa.
“Tapi dia menyatakan suatu tindakan yang berbeda dari apa yang dia alami, jadi hatinya merasa resah dan tidak nyaman,” sambungnya.
Deolipa lantas menjelaskan tentang kejujuran dan kepatuhan pada Tuhan, Bharada E mulai sadar.
Baca Juga: Therolls Gunakan Bahan Premium Untuk Hasilkan Produk Berkualitas
“Dia mulai sadar, ketika dia mulai sadar akhirnya dia merasa nyaman dan berdoa pada Tuhan.
Dia akan bicara apa adanya namun untuk kepentingan hukum, dia meminta kepada kami untuk mengajukan perlindungan hukum dan dia bersedia menjadi Justice Collaboratore,” terangnya lagi.
Deolipa juga menjelaskan jika Bharada E juga sadar konsekuensi atas pernyataannya saat ini.***



















