BANTENRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak, ulama dan umaro untuk bersatu padu memajukan bangsa dan Negara.
Hal itu disampaikan AHY lantaran sinergitas keduanya sangat penting demi masa depan bangsa dan negara.
“Saya semakin meyakini, jika umaro dekat dengan ulama dan bersinergi dalam kolaborasi yang kokoh, Insya Allah solusi untuk bangsa akan semakin kuat kita hadirkan,” kata AHY, usai melakukan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Ma’had Islam Rafiah Akhyar (MIRA) Institute milik Ustad Adi Hidayat (UAH) di Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Sabtu 21 Februari 2026.
BACA JUGA: 65 Lapak Pedagang Pasar Labuan Pandeglang Terbakar
Kunjungan AHY didampingi Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, untuk bersilaturahmi dengan UAH, sekaligus para santri penghafal Quran Ponpes MIRA Institute. AHY mengatakan, menjadi kehormatan dapat hadir langsung di lingkungan pendidikan MIRA Institute.
“Insya Allah MIRA Institute menjadi Center of Excellence dalam mencetak ulama-ulama masa depan Indonesia. Karena pendidikan berkualitas membutuhkan fondasi yang kuat, dan sumber daya manusia adalah aset terpenting bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, dibawah asuhan UAH, MIRA Institute bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi rumah penempaan karakter, intelektual, dan integritas. Dari sekitar 1.000 pendaftar, hanya kurang lebih 40 santri-santriwati yang diterima, sehingga menunjukkan komitmen kuat menjaga kualitas.
BACA JUGA: Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman Beri Nilai 7 di Satu Tahun Pemerintahan Budi-Agis
“Saya menyaksikan para santri melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan penghayatan yang mendalam,” ungkapnya.
“Mereka tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga wawasan relevan dengan tantangan zaman serta kesiapan fisik dan keterampilan. Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan karakter inilah yang dibutuhkan bangsa,” terangnya.
Mentrans Muhammad Iftitah Sulaiman meyakini, MIRA Institute dapat mencetak generasi SDM unggul. Sebab, pembangunan nasional harus bertumpu pada pembangunan manusia, dan SDM.
“Saya cukup mengagumi upaya yang sudah dilakukan pak Ustad Adi Hidayat terkait pentingnya sumber daya manusia,” tuturnya.
“Kami sangat meyakini bahwa pembangunan bangsa secara nasional itu soko gurunya adalah pembangunan manusia,” katanya. ***
















