BANTENRAYA.COM – Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Robinsar-Fajar Hadi Prabowo mengklaim 17 janji kampanye telah berjalan selama satu tahun kepemimpinan mereka.
Kendati begitu, Robinsar-Fajar mengamini ada beberapa yang masih dalam proses perencanaan. Namun, keduanya menegaskan akan menyelesaikan janji kampanye dalam satu periode kepemimpinan.
Robinsar menegaskan, jika janji kampanye terus berjalan dan akan rampung pada satu periode kepemimpinannya. Bahkan, untuk janji kampanye dilakukan evaluasi setiap bulan.
BACA JUGA: Robinsar-Fajar Minta Mahasiswa Terus Berikan Masukan, Hadirkan Kepala OPD Agar Bisa Dieksekusi
“Terus berjalan dan dilakukan setiap bulan akan terus dilakukan evaluasi,” jelasnya, Jumat 20 Februari 2026.
Robinsar menjelaskan, ada banyak aspirasi yang diserap. Dimana, para mahasiswa juga menyampaikan berbagai hal yang belum tersentuh pembangunan dirinya dengan Fajar.
“Kita ingin menyerap aspirasi saran dan kritik dari mahasiswa. Kami Yakini mereka tidak hanya menyampaikan aspirasi tadi ada adatanya juta, itu yang akan dipakai untuk merealisasikan program yang belum tersentuh,” ucapnya.
Robinsar menegaskan, dirinya dan Fajar akan terus bekerja dengan maksimal. Tidak hanya dalam bentuk program saja.
Namun, juga bagaimana pendapatan asli daerah (PAD) bisa ditingkatkan untuk membiayai hajat hidup orang banyak. Bagaimana juga kolaborasi dengan semua pihak harus terus dilakukan.
“Jadi kita menyikapi TKD yang berkurang apa yang menjadi potensi kita maksimalkan, baik dari pajak, retribusi. Bahkan pengoptimalan BUMD juga,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengungkapkan, pihaknya ingin juga mendengarkan apa yang sebenarnya kurang dari kepemimpinan diri dan Robinsar, sehingga itu nantinya menjadi perhatian Bersama dan focus untuk menyelesaikannya.
“Intinya satu tahun tidak terasa, dimintakan agar untuk bisa terus memberikan masukan, pada intinya banyak hal yang dilakukan dan disampaikan, intinya kami sekarang bersyukur bisa mendapatkan banyak masukan dari mahasiswa. Kita ingin mendengarkan apa kurangnya kita dimata masyarakat,” ucapnya.
Fajar menjelaskan, pihaknya juga menghadirkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara langsung, sehingga seluruh aspirasi mahasiswa tidak hanya didengar oleh pimpinan daerah, tetapi juga menjadi catatan bersama bagi perangkat daerah yang akan melanjutkan proses pembangunan.
















