BANTENRAYA.COM – Walikota Serang Budi Rustandi membongkar atau membredel bangunan liar atau bangli yang ada di Kota Serang.
Pembongkaran bangunan liar dilakukan dalam rangka normalisasi Sungai Cibanten dan anak-anak Sungai Cibanten karena keberadaannya dianggap menjadi pemicu banjir di beberapa wilayah Kota Serang.
Selain itu, pembredelan bangunan liar juga dilakukan untuk mengembalikan fungsi sungai.
Demikian disampaikan Budi Rustandi saat ditemui di Setda Pemkot Serang, Senin 19 Januari 2026 sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, pihaknya tengah melakukan normalisasi Sungai Kroya di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen hasil kolaborasi dengan Pemprov Banten dan BBWSC3.
BACA JUGA: Pemkot Serang Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Sempadan Sungai Kroya
Namun, ia mengimbau kepada camat dan seluruh lurah untuk giat melakukan gotong royong di masing-masing wilayahnya.
Gotong royong perlu dilakukan mengingat BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat bakal mengguyur seluruh provinsi di Indonesia pada 22 Januari pekan ini.
“Yang pertama adalah kita melakukan antisipasi dengan mengimbau seluruh camat dan lurah untuk melakukan tetap gotong-royong ya, mengantisipasi dari drainase. Syukur-syukur masyarakat yang membangun (Bangli) di aliran sungai atau di drainase segera membongkarnya agar air mengalir itu lancar,” ujar Budi, didampingi Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia.
Budi mengaku pihaknya melakukan langkah cepat menormalisasi Sungai Cibanten hingga anak-anak Sungai Cibanten pada saat mengikuti rapat di BBWSC3 di Kota Serang beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah saya kepala daerah satu-satunya yang hadir. Makanya saya bisa mengambil keputusan, membagi tugas dengan provinsi dan Pak Gubernur Andra Soni, termasuk dengan balai. Balai yang membereskan Sungai Ciwaka, lalu provinsi membantu kewenangannya balai, membantu yang di Kroya, Kali Kroya, karena itu kan banjirnya parah,” ucap dia.
BACA JUGA: Sungai Tamansari Kota Serang Dinormalisasi Usai Gubernur Perintahkan Walikota Budi Rustandi
Ia menuturkan, pembongkaran bangunan liar sudah dimulai di salah satu titik banjir di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, tepatnya di Kalimati Kroya akhir pekan lalu.
“Alhamdulillah hari Sabtu kemarin sudah mulai pergerakan turun ampibi, termasuk dari ekskavator kita juga, untuk membongkar bangunan-bangunan yang ada di sungai,” tuturnya.
Budi memperkirakan jumlah bangunan liar yang akan dibongkar karena menjadi pemicu banjir mencapai dua ratusan unit.
“Ada 240 dari data yang Banten Lama dan Kroya Lama. Ini masih terus, karena kita masih revitalisasi total nanti normalisasi sungainya,” sebut Budi.
Ia menegaskan, pembongkaran bangunan liar itu bukan hanya untuk menormalisasi sungai semata, melainkan dalam rangka mengembalikan fungsi sungai, karena hasil tinjauan saat terjadi banjir di kawasan Banten Lama ditemukan sungai yang diperkirakan sebelumnya lebarnya 15 meter berubah menjadi drainase yang lebarnya menjadi satu meter.
BACA JUGA: Lansia 70 Tahun di Lebak Ditemukan Meninggal di Sungai Cimadur
“Iya dibalikin lagi mengembalikan fungsi sungai sesuai dengan aslinya, sesuai dengan sejarah, mengembalikan marwah daripada Kesultanan Banten,” tandas dia.
Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, pembongkaran puluhan bangunan liar dalam rangka menormalisasi Sungai Kroya karena setiap musim hujan menjadi penyebab banjir. ***

















