BANTENRAYA.COM – Kota Cilegon kini tergabung dalam Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL batch 2 Serang Raya.
Dengan gabunganya Kota Cilegon ke PSEL Batch 2 maka akan mulai kirimkan sebanyak 300 ton sampah setiap hari ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Cilowong Kota Serang.
Kota Cilegon tergabung dalam PSEL Serang Raya yang terdiri dari Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
Serang Raya saat ini sudah masuk dalam PSEL Batch 2 dan telah melakukan rapat tindaklanjut penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan terkait PSEL di Ruang Rapat Kemenko Pangan, Kamis, 12 Maret 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan, saat ini Kota Cilegon sudah masuk dalam PSEL Batch 2 yang tergabung dengan Serang Raya.
Di Provinsi Banten yang tergabung dalam PSEL terdiri dari Serang Raya, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
BACA JUGA: Volume Sampah Kota Cilegon Meningkat Usai Banjir, Ada Kasur hingga Kulkas Mengambang di Sungai
“Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak tidak masuk PSEL,” katanya kepada Banten Raya, Kamis, 12 Maret 2026.
Usai tergabungnya menjadi tim PSEL Batch 2, ke depannya Kota Cilegon mulai akan mengirimkan sebanyak 300 ton sampah setiap hari ke TPA Cilowong.
PSEL Batch 2 untuk tim Serang Raya akan dimulai pada April 2026 mendatang nanti.
“Mekanismenya nanti kita menyanggupi pengiriman sampah 300 ton sampah setiap hari ke TPA Cilowong,” lanjutnya.
Pengumpulan sampah setiap kota kabupaten berbeda-beda, untuk Kota Cilegon 300 ton, Kabupaten Serang 500 ton, dan Kota Serang 600 ton.
BACA JUGA: Sampah di Alun-alun Pandeglang Sempat Menumpuk, Kiriman Dari Warga
Ia mengaku, Kota Cilegon menyanggupi pengiriman sebanyak 300 ton sampah setiap hari ke TPA Cilowong.
“Insya Allah tersanggupi, karena sampah yang masuk ke TPA Bagendung rata-rata sebanyak 310 ton per-hari,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, untuk dapat tergabung dalam PSEL yaitu memiliki sampah sebanyak 1.000 ton.
“Syaratnya itu yang salahnya harus satu hari diatas 1.000 ton, kabupaten kota ini harus menyiapkan operasional pengiriman sampah ke Cilowong,” terangnya.
Terdapat beberapa tujuan dan manfaat dengan tergabungnya Kota Cilegon dalam PSEL Batch 2 Serang Raya.
BACA JUGA: Ditunjuk Jadi Lokasi PSEL, Pemkot Serang Belajar Pengelolaan Sampah di Jepang
“Kita bisa mengurangi sampah yang diolah di TPA Bagendung sebanyak 300 ton per-hari, Kota Cilegon tidak dikenakan tipping fee, dan masa umur TPA Bagendung makin panjang,” jelasnya.
Kedepannya ia menyiapkan kendaraan operasional untuk dapat mengangkut sampah ke TPA Cilowong.
“Kita hanya menyiapkan kendaraan operasionalnya, jadi kita hanya mengantarkan sampah,” pungkasnya.***
















