BANTENRAYA.COM – Sejumlah desa di Kabupaten Pandeglang bakal diperiksa Inspektorat dalam waktu dekat.
Pemeriksaan sejumlah desa dilakukan akibat capaian pemasukan PBBP2 rendah, diantaranya tersebar di wilayah Kecamatan Pagelaran.
Mereka adalah Desa Bama 5.26 persen, Desa Bulagor 19.04 persen, Desa Harapan Karya 4.79 persen, Desa Ketasana 2.22 persen, Margagiri 18.12 persen.
BACA JUGA: Anggota DPRD Kota Cilegon Minta Penanganan Banjir Tidak Hanya Seremonial
Desa Margasana 5.55 persen, Desa Montor 41.42 persen, Desa Pagelaran 30.99 persen, Desa Senengsari 31.34 persen.
Desa Sindanglaya 6.74 persen, Desa Sukadame 13.26 persen, Desa Surakarta 14.42 persen, Desa Tegal Papak 39.51 persen.
Kemudian Kecamatan Carita tersebar di Desa Banjarmasin 18.67 persen, Desa Carita 31.34 persen, Desa Cinoyong 5.72 persen, Desa Kawoyang 7.82 persen, Desa Pejamben 39.91 persen, Desa Sindanglaut 33.64 persen, Desa Sukajadi 58.41 persen.
BACA JUGA: Pemkot Serang Berkomitmen Rotasi Mutasi dan Promosi Jabatan Pakai Manajemen Talenta
Desa Sukanagara 12.87 persen, Desa Sukarame 34.19 persen, Desa Tembong 39.60 persen. Kemudian Kecamatan Cibitung tersebar di Desa Cikadu 51.60 persen, Desa Cikiruh 8.27 persen, Desa Cikalong 18.24 persen, Desa Citeluk 42.96 persen, dan desa lainnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Pandeglang, Ramadhani mengatakan, sudah bekerja sama dengan Inspektorat untuk memanggil Kades yang capaian PBBP2 rendah. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi desa.
“Sudah kita bahas, dan para camat sepakat bagi desa yang capaian PBBP2 dibawah 50 persen akan diperiksa Inspektorat, untuk mengetahui kendala apa dan masalahnya apa,” kata Ramadhani, Selasa 13 Januari 2026.
Ditemui usai kegiatan launching dan distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBBP2 Pandeglang tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Pandeglang, kata Ramadhani, pemeriksaan desa dilakukan dalam waktu dekat.
Dijelaskannya, desa yang capaian PBBP2 tahun 2025 rendah tersebar di sejumlah kecamatan diantaranya, Kecamatan Pagelaran, Carita, Cibitung, Cisata, Majasari, Labuan, Kaduhejo, Picung, Cikedal, Munjul, Cigeulis, Cikeusik, Mandalawangi, dan Cadasari.
“Ya, tersebar di sejumlah desa, bahkan ada capaian PBBP2 desa tahun 2025 jeblok. Maka harus kita cari tahu apa yang menjadi kendala capaian PBBP2 rendah,” jelasnya. ***
















