BANTENRAYA.COM – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon pada Minggu, 11 Januari 2026 di sejumlah wilayah.
Banjir tersebut merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Cibeber, Jombang dan Ciwandan.
Peristiwa itu terjadi hanya selang sepekan, di mana pada 2 Januari 2026 banjir serupa juga terjadi di wilayah yang sama.
Banjir tersebut terjadi di tengah Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon yang sedang gencar melakukan pembenahan di seperti pengerukan sungai di beberapa lokasi sejak 2025 lalu.
Namun, aksi dari Pemkot Cilegon tersebut tak dapat membendung bencana yang mengorbankan ribuan rumah warga Kota Cilegon harus kedatangan tamu tak diundang.
BACA JUGA: Dewan Desak Pemkot Cilegon Sediakan Anggaran Khusus Penyelesaian Banjir
Atas hal itu, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Cilegon Muhammad Shidqi Andrezha menyoroti penanggulangan banjir yang terjadi di Kota Cilegon.
Wakil rakyat muda ini, juga beberapa kali terjun langsung ke wilayah terdampak banjir seperti di Pondok Cilegon Indah atau PCI saat banjir awal Januari 2026 ini.
Ia menyoroti tiga hal mendasar yang harus dilakukan oleh Pemkot Cilegon.
“Pertama, saya meminta Pemkot Cilegon untuk tidak seremonial saja menangani bencana banjir. Kedua, optimalkan Satgas Penanggulangan bencana banjir yang dibentuk. Ketiga, serta meminta melibatkan ahli hidrologi untuk melakukan investigasi serta penanganan banjir yang ada di Kota Cilegon,’ kata Andre.
BACA JUGA:Bakti Sosial KSPN Nikomas Gemilang, Peduli Anggota yang Terdampak Banjir di Serang
Andre menerangkan, banjir yang terjadi di Kota Cilegon tidak bisa selesai satu dua hari saja, tetapi memerlukan perencanaan dan perbaikan yang menyeluruh.
“Dan Pemkot Cilegon harus gerak cepat dalam penanganan banjir di Kota Cilegon,” ujarnya.
Ia berharap, bencana yang melanda Kota Cilegon bisa segera usai.***

















