BANTENRAYA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon menyebut penanganan banjir yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon belum menyentuh akan masalah atau hal mendasar.
Pemkot Cilegon dinilai, masih hanya fokus untuk penanganan kedaruratan saja saat banjir, sementara masalah mendasar tidak dibenahi serius.
Atas dasar itu, dewan Cilegon meminta agar pemerintah mengubah alokasi anggaran bagi penanganan dan penyelesaian banjir secara menyeluruh. Sebab, banjir ini bukan bencana musiman, lebih karena keberpihakan yang belum serius menyelesaikannya.
Anggota DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta menjelaskan, sejauh ini pemerintah masih fokus terhadap kedaruratan atau penanganan setelah banjir saja. Namun, masalah mendasar tidak pernah diselesaikan.
BACA JUGA : Walikota Cilegon Minta ASN dan BUMD Sediakan Bibit Setinggi 1 Meter, Bakal Ditanam di Area Bekas Penambangan
“Iya, betul. Penanganan yang selama ini dilakukan oleh Pemkot itu belum menyentuh ke akar persoalan. Jadi, banjir itu seharusnya tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian musiman, ya. Tapi sudah menjadi persoalan serius yang menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan aktivitas masyarakat. Jadi, pemerintah daerah itu seharusnya harus melakukan segera evaluasi menyeluruh,” katanya, Selasa 13 Januari 2026.
Evaluasi menyeluruh tersebut, tegas Sitta, misalnya mengubah postur anggaran untuk menyelesaikan akar masalah, sehingga drainase bisa dibenahi, normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, terus ada pengendalian tata ruangnya, serta pengawasan aktivitas yang berdampak pada lingkungan.
“Jadi yang kata tadi saya itu, harus ada fokus upaya struktural dan non-strukturalnya. Jadi intinya kita DPRD itu mendorong agar ke depan alokasi anggaran penanganan banjir itu dibuat lebih terukur. Kemudian terus OPD karena kan ini kan untuk penanganan banjir bukan PU saja, tapi ada Perkim ada Dinas LH, ada Dinas BPBD ada terpadu lingkas OPD gitu,” ucapnya. (***)















